InSWA ajak masyarakat gunakan plastik ramah lingkungan

InSWA ajak masyarakat gunakan plastik ramah lingkungan

Ilustrasi - Bahan plastik Oxium merupakan yang mudah terurai. (tirtamarta.com)

Kantong plastik yang menggunakan bahan Oxium telah terbukti dapat terurai sekitar dua tahun, sementara untuk kantong plastik Ecoplas yang merupakan plastik biodegradable bahkan bisa terurai hanya dalam waktu enam bulan
Jakarta (ANTARA News) - "Indonesia Solid Waste Association" (InSWA) mengajak masyarakat untuk menggunakan plastik ramah lingkungan karena keberadaan sampah plastik saat ini sangat mengkhawatirkan.

"Dari waktu ke waktu, penggunaan plastik meningkat secara signifikan melampaui penggunaan bungkus berbahan kertas. Plastik merupakan bahan yang sangat merusak lingkungan karena butuh ribuan tahun agar bisa terurai," kata Ketua Umum InSWA, Sri Bebassari, di Jakarta, Selasa.

InSWA, yang merupakan salah satu organisasi yang memiliki perhatian tinggi terhadap persoalan sampah di Indonesia memberikan sertifikasi Green Label bagi produk plastik yang telah lolos uji ramah di lingkungan setelah melalui tahap observasi dan uji laboratorium BPPT.

Green Label adalah sertifikasi hijau yang diberikan pada produk ramah lingkungan yang dinilai aman dan tidak membahayakan kesehatan manusia.

Di antara produk yang berhasil mendapatkan sertifikat Green Label Indonesia adalah Oxium dan Ecoplas, produk plastik ramah lingkungan produksi PT Tirta Marta. Oxium dan Ecoplas berhasil memenuhi semua kriteria kelayakan untuk mendapat sertifikasi Green Label Indonesia dari InSWA.

Kantong plastik yang menggunakan bahan Oxium telah terbukti dapat terurai sekitar dua tahun, sementara untuk kantong plastik Ecoplas yang merupakan plastik biodegradable bahkan bisa terurai hanya dalam waktu enam bulan jika syarat degradasi alamiahnya terpenuhi.

(D016)

Pewarta: Desi Purnamawati
Editor: Ella Syafputri
COPYRIGHT © ANTARA 2014

Menengok pembuatan perahu drum plastik, yang ramah lingkungan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar