counter

Kekerasan Papua karena masyarakat lebih terima TNI-Polri

Kekerasan Papua karena masyarakat lebih terima TNI-Polri

Panglima TNI, Jenderal TNI Moeldoko. (ANTARA FOTO/Andika Wahyu)

... saya harap, situasi jadi lebih kondusif dan jangan ada kekerasan... "
Pekalongan, Jawa Tengah (ANTARA News) - Panglima TNI, Jenderal TNI Moeldoko, punya ungkapan tersendiri soal kekerasan-kekerasan oleh Organisasi Papua Merdeka di Papua, yaitu karena masyarakat memilih lebih menerima kehadiran personel TNI dan polisi. 

Organisasi separatis ini diketahui sering mengacaukan keamanan dan ketertiban di provinsi Indonesia itu. 

"Tidak ada pihak luar yang ikut campur dalam hal tersebut, selain karena masyarakat Papua menerima kehadiran TNI dan Kepolisian Indonesia," katanya, di Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa.

Ia mengatakan saat ini gerakan separatis Papua masih dalam koridor keadaan tertib sipil atau dalam kondisi normal.

"Kami belum perlu melakukan operasi tempur dan hanya melakukan pengamanan di daerah rawan," katanya.

Jika kondisi di Papua kini masih ada kekerasan, itu hanya bersifat gangguan kecil, juga pendekatan pada kelompok-kelompok tertentu pelaku kekerasan juga terus diintensifkan.

"Pendekatan terhadap kelompok tertentu sudah ada hasilnya. Yang saya harap, situasi jadi lebih kondusif dan jangan ada kekerasan," katanya.

Pewarta: Kutnadi
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2014

Panglima TNI, Kapolri & sejumlah menteri di Papua mulai besok

Komentar