Kansas City (ANTARA News) - Badai salju yang tidak biasa menghantam bagian tengah Amerika Serikat pada Selasa (4/1), bergerak menuju timur dan mengancam sekitar duapertiga negara itu dengan salju yang menurut pemrakira bisa sampai setebal 30 cm.

Badai itu memaksa penutupan banyak kantor negara bagian dan sekolah di Kansas, daerah yang paling parah terdampak badai. Gubernur Kansas Sam Brownback mengumumkan keadaan "darurat bencana".

Pihak berwenang di Kansas dan Missouri menganjurkan warga tetap tinggal di rumah dan National Weather Service (NWS) memperingatkan perjalanan akan jadi sangat sulit.

Setidaknya dua orang tewas dalam kecelakaan mobil di Crawford County di Kansas timur laut akibat kondisi cuaca yang berbahaya, kata para pejabat negara bagian itu seperti dilansir kantor berita Reuters.

Garda Nasional Kansas mengerahkan tentara dan kendaraan Humvee untuk mengangkut para pekerja medis dan membantu pengendara motor yang terdampar.

"Kami masih berada dalam kondisi sulit ke depan karena salju akan turun saat salju turun diikuti angin kencang dan temperatur yang sangat dingin," kata Brownback.

"Perjalanan akan tetap berbahaya dan temperatur akan sangat dingin dan berbahaya," katanya.

Kondisi sangat buruk terjadi di bagian Interstate 70, jalan raya penting yang menghubungkan Kansas City dan St.Louis, Missouri, tutup di kedua arahnya pada Selasa pagi dekat Columbia, Missouri, setelah beberapa traktor bertabrakan, demikian menurut Patroli Jalan Raya Missouri.

"Kansas City dan Kansas timur akan dilanda banyak salju lagi," kata Greg Carbin, ahli meteorologi di Pusat Prediksi Badai NWS.

Sejumlah kecelakaan dilaporkan terjadi di Missouri saat mobil tergelincir dari jalan raya licin, kata patroli jalan raya negara bagian itu.

Salju setebal 18 cm turun daerah Kansas City menjelang awal petang, dan lebih banyak salju akan turun setelah badai bergerak ke timur laut Rabu pagi waktu setempat, kata NWS.

Salju tebal dan es bergerak melalui daerah tengah Amerika Serikat menuju ke timur laut memasuki Pennsylvania, New York dan New England, kata para ahli cuaca.

Dan hujan deras bisa mengakibatkan banjir di seluruh Tennessee Valley Ohio Valley, demikian menurut NWS.

Lebih dari 9.500 penerbangan ditangguhkan di seluruh negara itu pada Selasa dan hampir 1.800 penerbangan dibatalkan, kata laman Flightawar.com, yang mengawasi lalu lintas udara.

Badai itu terjadi pada Senin malam di Kansas barat daya dan memuncak di Kansas City pada Selasa.

Bencana ini tidak biasa terjadi, kata ahli meteorologi NWS Dan Hawlitzel, karena hanya sekitar tiga persen badai saju yang melanda Kansas City ketebalan saljunya total lebih dari 15 cm.

Melihat badai salju mendekat, negara-negara bagian lain mulai berjaga-jaga.

Gubernur Connecticut Dannel Malloy menunda pidato kenegaraannya sehari dan mengatakan badai yang akan datang itu juga menyebabkan para pemimpin legislatif negara bagian itu menunda sehari sidangnya.

"Saya berharap badai ini tidak seburuk yang diperkirakan," kata Malloy saat mengumumkan penundaan sesi pidatonya.

Sekolah-sekolah di Providence, Rhode Island, juga diminta menghentikan aktivitas karena badai mendekat.

Gubernur New Jersey Chris Christie menyatakan kondisi darurat dan menginstruksikan penutupan kantor-kantor negara bagian pada Rabu.

New York mengeluarkan anjuran perjalanan untuk Rabu dan Wali Kota Bill de Blasio meminta warga  bersiap-siap untuk perjalanan yang sulit.

"Jika tidak perlu menggunakan mobil, jangan pakai mobil. Kalau Anda bisa menggunakan angkutan umum massal, tolong gunakan angkutan umum," kata de Blasio.

Badai salju datang setelah badai salju yang bergerak cepat menghantam U.S.Northeast pada Senin, yang memaksa pembatasan penerbangan di seluruh daerah itu.

(Uu.H-RN)

Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2014