Dagangan sayur jadi rusak terkena debu. Pembeli pun enggan membeli
Gunung Kidul (ANTARA News) - Aktivitas perekonomian di pusat-pusat perdagangan Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, lumpuh akibat hujan abu vulkanik dari letusan Gunung Kelud.

Di Wonosari, sejumlah pertokoan memilih tutup untuk sementara waktu, begitu juga pedagang Pasar Argosari memilih tidak berjualan. Masyarakat setempat memilih tinggal di dalam rumah.

Salah seorang pedagang Pasar Argosari,Sutarmini di Gunung Kidul, Jumat, mengatakan sejak pagi tidak banyak masyarakat yang berbelanja, bahkan dagangan sayuran yang dijualnya rusak akibat debu abu Gunung Kelud.

"Dagangan sayur jadi rusak terkena debu. Pembeli pun enggan membeli," katanya.

Dia berharap suasana seperti ini segera berakhir, dan perekonomian warga kembali seperti semula. "Bagaimana lagi ini musibah, semoga cepat selesai dan kembali normal," katanya.

Selain itu, ia mengaku, sejak pagi tadi sayuran yang dia jual belum laku sama sekali. "Tapi ya sudahlah namanya juga baru ada musibah," katanya.

Saat disinggung terkait kerugian yang dialami ia menjelaskan, belum bisa memastikan seberapa besar kerugian yang diderritanya. "Kerugian tidak banyak, ya kisaran ratusan ribu," kata dia.

Hal yang sama juga dialami Jamilah, pedagang sayuran lainnya mengungkapkan jika keadaan seperti ini terus berlangsung tidak menutup kemungkinan dirinya juga akan mengalami kerugian yang lumayan.

Pedagang ini berharap keadaan ini segera bisa kembali normal dan pastinya tidak berdampak lebih parah lagi. "Semoga ini juga tidak berlangsung lama," harapnya.

Pengelola Pasar Argosari, Gunari mengatakan jika 75 persen pedagang di Pasar Argosari tidak berjualan.

"Hampir lumpuh karena sebagian besar pedagang memilih untuk libur," kata dia.

Pewarta: Sutarmi
Editor: AA Ariwibowo
Copyright © ANTARA 2014