Wawan dirawat di RS Polri

Wawan dirawat di RS Polri

Tubagus Chaery Wardana alias Wawan. (ANTARA FOTO/Dhoni Setiawan)

Jakarta (ANTARA News) - Tubagus Chaeri Wardana, terdakwa kasus dugaan suap terhadap ketua Mahkamah Konstitusi, hari ini harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Polri karena sakit.

"Dari hasil pemeriksaan dokter tadi dirujuk ke RS Polri untuk dirawat dan dapat informasi yang bersangkutan perlu rawat inap jadi saat ini posisi terdakwa TCW (Tubagus Chaeri Wardana) sedang dirawat inap di RS Polri Jakarta Timur sampai sembuh dan dikembalikan ke rutan," kata Juru Bicara KPK Johan Budi di Jakarta, Senin.

Wawan seharusnya menjalani sidang perdana pada hari ini di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta untuk mendengarkan dakwaan.

"Terdakwa TCW (Tubagus Chaeri Wardana) mengalami sakit maag dan vertigo," jelas Johan.

Pada sidang pagi tadi ketua majelis hakim Matheus Samiadji menunda pembacaan dakwaan pada Kamis (27/2).

"Usulan penuntut umum ditunda hari Kamis. Berkaitan dengan perkara Susi Tur Andayani, kalau dibarengkan akan efektif dan efisien. Sidang perkara Wawan harus ditunda dan dibuka kembali Kamis 27 Februari pukul 09.00 dengan agenda sidang pertama dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut umum," kata Matheus.

Karena Wawan sudah mulai disidangkan, maka wewenang penahanan Wawan berada pada hakim.

"Jaksa Penuntut Umum harus persiapan kalau dirawat inap agar dilakukan pembantaran," tambah Matheus.

Pembantaran adalah penundaan penahanan sementara terhadap tersangka karena alasan kesehatan seperti memerlukan rawat jalan atau rawat inap yang dikuatkan dengan keterangan dokter sampai dengan yang bersangkutan dinyatakan sembuh kembali.

Dalam perkara yang ditangani KPK, Wawan disangka menyediakan uang Rp1 miliar untuk Akil Mochtar agar pengurusan perkara pasangan calon bupati Lebak Amir Hamzah dan Kasmin di MK. Pemberian itu direstui oleh Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah.

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2014

Ketua KPK: Azis beri suap SRP dan MH secara bertahap

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar