Pesawat batal mendarat di Padangpariaman akibat kabut asap

Pesawat batal mendarat di Padangpariaman akibat kabut asap

Sebuah pesawat komersial melintas di antara kabut asap, di langit kota Padang, Sumbar.(ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

Penundaaan terjadi murni akibat faktor alam...
Padangpariaman (ANTARA News) - Dua pesawat dari dua maskapai berbeda batal mendarat di Bandara Udara Internasional Minangkabau (BIM) di Padangpariaman, Sumatera Barat akibat kabut asap yang menyebabkan jarak pandang di landasan hanya sekitar 700 meter.

Dua maskapai tersebut yaitu Air Asia dari Kuala Lumpur dan Citilink dari Batam sehingga keduanya terpaksa kembali ke bandara asal, kata Kepala Divisi Operasional PT Angkasa Pura II Bandara Internasional Minangkabau Joko Sudarmanto di Padangpariaman, Kamis.

Joko mengatakan keputusan batal mendarat diambil oleh dua maskapai tersebut dengan pertimbangan jarak pandang yang terbatas karena dikhawatirkan membahayakan keselamatan penerbangan.

Ia mengatakan, keputusan tetap beroperasi atau membatalkan penerbangan diserahkan kepada masing-masing maskapai, namun semua pihak harus tetap memperhatikan aspek keselamatan.

Sementara itu aktivitas penerbangan maskapai lainnya masih berjalan dengan normal dan tetap beroperasi seperti biasa kendati ada penundaaan.

Ia mengatakan jarak pandang minimal masing-masing pesawat udara berbeda-beda tergantung standar operasi dan penilaian pilot.

Kepada calon penumpang ia meminta agar bersabar jika penerbangannya mengalami penundaan karena kondisi bandara yang diselimuti kabut asap.

"Penundaaan terjadi murni akibat faktor alam, bukan dari aspek teknis operasional maskapai oleh sebab itu harap dimaklumi," kata dia.

Sebelumnya, Analisis Forecaster Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ketaping Padang Yuni Fitria mengatakan jarak pandang di daerah ini hanya berkisar 700 meter hingga 900 meter akibat kabut asap.

Pewarta:
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2014

Komentar