Dokter jangan jadi "pedagang"

Dokter jangan jadi "pedagang"

Sejumlah pasien dirawat di RSUD dr Soedarso, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (20/6). RSUD dr Soedarso akan menambah alat kesehatan berupa Magnetic Resonance Imaging (MRI) untuk pemeriksaan diagnostik radiologi. (ANTARA FOTO/Jessica Wuysang)

... Dokter mendapatkan upah 15 persen dari uji lab itu. Begitu juga pemeriksaan lain-lain... "
Jakarta (ANTARA News) - Ketua Komisi IX DPR, Ribka Tjiptaning, meminta agar dokter tidak menjadi "pedagang" dengan merekomendasikan hal-hal yang tidak perlu pada pasien.

"Dokter jangan jadi "pedagang", kalau mau kaya sebaiknya tidak usah menjadi dokter karena profesi dokter itu pengabdian," ujar Tjiptaning yang juga bergelar dan berprofesi dokter medis, di Jakarta, Jumat.

Pernyataan itu terkait keluhan masyarakat ketika mendapat layanan kesehatan.

Contohnya, ketika anak demam biasa dan orangtuanya membawa ke dokter di rumah sakit, dokter malah menyarankan untuk dirawat inap. "Padahal kalau demam saja, cukup dirawat di rumah saja dan minum banyak air putih," ujar dia.

Begitu juga ketika pemeriksaan kesehatan, para dokter ada juga menyarankan untuk uji laboratorium. "Dokter mendapatkan upah 15 persen dari uji lab itu. Begitu juga pemeriksaan lain-lain," jelas dia.

Dia mengakui saat ini sebagian besar dokter sudah mulai kehilangan idealisme. Menurut dia, dokter seharusnya bekerja untuk kemanusiaan bukan karena ingin memiliki banyak uang.

Dia sendiri pernah mengakui ketika menantunya hamil, oleh dokter diminta melahirkan melalui operasi caesar.
"Padahal saya yakin dia bisa melahirkan normal, karena sudah memeriksanya," kata dia.

Meski menjadi dokter umum, dia sering menolong kaum ibu yang akan melahirkan. Hal itu karena di kawasan tempat tinggalnya, Ciledug, pada 1990-an masih sedikit rumah sakit.

Dia mengajak para dokter agar kembali kepada Sumpah Hipokrates, yang salah satu poinnya bersumpah menolong orang sakit sesuai kemampuan dan penilaian, tetapi tidak akan pernah untuk mencelakai atau berbuat salah secara sengaja.

Pewarta: Indriani
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2014

Karena dokter rentan tertular OTG

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar