Pemkot kenalkan batik Bekasi

Pemkot kenalkan batik Bekasi

Perajin menjemur kain batik yang sudah dberi warna di Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (10/3). Gabungan Koperasi Batik Indonesia (GKBI) mengatakan pemerintah perlu melindungi perajin batik dalam bentuk penerapan Undang-Undang, sehingga produk batik tulis ditempatkan lebih tinggi dibanding tekstil lainnya. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Sekarang Kota Bekasi sudah memiliki motif batik yang identik dengan daerahnya. Hal ini perlu kami perkenalkan juga kepada seluruh lapisan masyarakat,"
Bekasi (ANTARA News) - Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, Mulai mengintensifkan pengenalan motif batik Bekasi sebagai kebanggaan daerah kepada masyarakat setelah berhasil memperoleh hak paten dari pihak terkait.

"Sekarang Kota Bekasi sudah memiliki motif batik yang identik dengan daerahnya. Hal ini perlu kami perkenalkan juga kepada seluruh lapisan masyarakat," kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Kota Bekasi Amit Riyadi di Bekasi, Senin.

Tahap awal pengenalan motif tersebut dilakukan kepada sekitar 650 siswa SD dari Kecamatan Bekasi Selatan yang mengikuti Gerakan Mencanting di sekolah.

Kegiatan yang baru pertama kalinya digelar itu merupakan bagian dari rangkaian peringatan hari jadi ke-17 Kota Bekasi yang jatuh pada Senin (10/3).

"Selain dalam rangka memeriahkan HUT, acara ini juga dimaksudkan untuk menanamkan kecintaan terhadap batik di kalangan generasi muda," katanya.

Tak hanya itu, praktik membatik di kalangan siswa SD itu juga dimaksudkan untuk persiapan regenerasi pembatik di masa mendatang.

Saat ini saja, pelaku industri batik di Kota Bekasi baru sebatas pada enam pengusaha.

"Bila tak ada regenerasi, dikhawatirkan jumlah pembatik yang sudah minim itu bisa terus menyusut," katanya.

Salah satu siswa yang turut asyik mencanting pola batik di atas kain ialah Nazwa (9), siswa kelas 4 SDSN Pekayon VI. Objek pola batiknya kali ini ialah bambu yang menjadi simbol Kota Patriot.

"Mencanting tidak sulit, soalnya sebelumnya pernah juga mencoba, jadi sudah tahu bagaimana caranya," katanya.

(KR-AFR/F002)

Pewarta:
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2014

Komentar