counter

Wabah demam berdarah hantui Piala Dunia 2014

Wabah demam berdarah hantui Piala Dunia 2014

Jenis nyamuk demam berdarah, Aedes aegypti. Tiga kota di bagian timur laut Brasil seperti Fortaleza, Salvador dan Natal justru sedang mengalami peningkatan jumlah kasus demam berdarah.

...saya rasa kebanyakan orang tidak tahu tentang demam berdarah. Ini adalah penyakit yang mengerikan jika kita terjangkit
Jakarta (ANTARA News) - Wabah demam berdarah menjadi masalah utama di beberapa kota-kota di Brasil yang akan menyelenggarakan Piala Dunia 2014, musim panas ini.

Penyakit yang ditandai demam disertai sakit kepala dan nyeri sendi ini telah tercatat sebanyak satu juta kasus di Brasil pada tahun lalu.

Meskipun Piala Dunia diselenggarakan pada waktu dengan risiko demam berdarah yang rendah di sebagian kota Brasil.

Tiga kota di bagian timur laut seperti Fortaleza, Salvador dan Natal justru sedang mengalami peningkatan jumlah kasus, kata Profesor Simon Hay, seorang ahli epidemiologi dari University of Oxford.

"Demam berdarah sedang bergerak maju," katanya dilansir laman Independent hari ini.

"Masyarakat cenderung hanya tahu tentang malaria, kebanyakan orang jika pergi ke negara tropis harus menelan pil anti malaria. Namun saya rasa kebanyakan orang tidak tahu tentang demam berdarah. Ini adalah penyakit yang mengerikan jika kita terjangkit," katanya.

Aedes aegypti, spesies nyamuk demam berdarah mudah diidentifikasi karena coraknya yang berbintik putih.

Nyamuk tersebut tumbuh subur di daerah perkotaan, dan bisa berkembang biak di genangan air.
Profesor Hay mengatakan pengasapan dan penyebaran anti serangga harus dimulai pada bulan April dan Mei, sebelum Piala Dunia.

Namun saat ini pemerintah Brasil seolah menutupi kekhawatiran akan wabah demam berdarah karena persiapan Piala Dunia sudah ternoda oleh kematian pekerja di stadion dan protes masyarakat atas biaya yang mahal sementara penduduk Brasil masih menderita kemiskinan.

Diperkirakan 500 ribu penggemar sepakbola dari seluruh dunia akan menuju Brasil musim panas ini, terutama dari negara-negara di mana demam berdarah tidak begitu populer. Mereka dikhawatirkan tidak akan waspada terhadap penyakit ini.

"Anda punya banyak orang yang akan datang dan anda pasti tahu ke mana mereka akan pergi. Saya pikir memperkenalkan demam berdarah dengan meletakkan poster di tempat yang tepat ketika fans akan ke stadion adalah hal penting," katanya.

Tidak ada obat-obatan maupun vaksin untuk mencegah demam berdarah. Penelitian Butantan Institute di Sao Paulo mengatakan cara yang paling efektif untuk mencegah demam berdarah adalah menghindari gigitan nyamuknya.

Otoritas kesehatan di Brazil mengatakan mereka hidup dibawah ancaman wabah ini. Daerah setempat diberi dana total 363 juta dolar pada tahun 2013 untuk memerangi demam berdarah.

Saat ini pemerintah kota Brasil sedang bertugas memeriksa kawasan stadion dan tempat-tempat orang berkumpul pada Piala Dunia 2014.

Penerjemah:
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2014

Komentar