Kami mengimbau bagi pendaki ataupun wisatawan agar tidak mendekati kawasan kawah Gunung Dempo karena aktivitas vulkanik Gunung Dempo saat ini masih berada pada Level II atau Waspada
Palembang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pagaralam, Sumatera Selatan (Sumsel), mengimbau para pendaki tidak mendekati kawah Dempo radius satu kilometer, karena saat ini aktivitas vulkanik Gunung Dempo masih berada pada Level II atau Waspada.
"Kami mengimbau bagi pendaki ataupun wisatawan agar tidak mendekati kawasan kawah Gunung Dempo karena aktivitas vulkanik Gunung Dempo saat ini masih berada pada Level II atau Waspada," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Pagaralam Anjas Hariansyah di Pagaralam, Kamis.
Baca juga: PVMBG sebut Gunung Dempo status waspada level II usai erupsi
"Kepada para pendaki diharapkan mengikuti semua arahan agar tidak terkena gas yang mengandung racun dari kawah Gunung Dempo," ucapnya.
Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Muhammad Wafid mengatakan masyarakat, pengunjung/wisatawan, agar tidak mendekati dan bermalam (camping) di pusat aktivitas kawah Gunung Marapi - Gunung Dempo dalam radius satu kilometer, serta arah bukaan kawah sejauh dua kilometer ke sektor utara, mengingat kawah sebagai pusat letusan dan gas-gas vulkanik yang dapat membahayakan bagi kehidupan.
Baca juga: Aktivitas pendakian Gunung Dempo di Pagar Alam ditutup setelah erupsi
Adapun resume kejadian di kawah Gunung Dempo selama tahun 2024 sebagai berikut yaitu pada tanggal 27 dan 31 Mei 2024 terekam gempa erupsi dengan visual berupa emisi asap di atas danau kawah berwarna putih hingga kelabu dengan ketinggian maksimal 500 dan 200 meter di atas danau kawah dan lontaran material erupsi mencapai jarak maksimal 300 meter dari pusat kawah.
Baca juga: Meski danau berubah warna, Gunung Dempo masih berstatus Waspada
Pewarta: M. Imam Pramana
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2024
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.