Jakarta (ANTARA News) - Wasit muda Thoriq M. Alkatiri dinobatkan sebagai wasit terbaik kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2013/2014 edisi Februari versi Komite Media PSSI.

Thoriq M. Alkatiri dinobatkan sebagai wasit terbaik setelah melewati dua tahapan yang telah disiapkan oleh tim Komite Media PSSI serta 11 panelis dari berbagai media di Kantor PT Liga Indonesia Jakarta, Senin.

Tahapan pertama, semua wasit dinilai berdasarkan kriteria yang ditetapkan mulai kewibawaan, ketegasan di lapangan, kerapihan, kepercayaan diri saat memimpin pertandingan, gestur tubuh, kondisi fisik, cara komunikasi dengan pemain, dan ofisial serta cara menangani protes pemain dan ofisial.

Pada tahapan tersebut pria kelahiran Karawang 19 November 1988 mampu mengumpulkan 38 poin. Di bawahnya adalah wasit Kusni dengan 35 poin dan Bahrul Ulum dengan 26 poin.

Tahapan kedua adalah dengan sistem voting yang dilakukan oleh panelis. Ada sembilan dari 11 panelis yang hadir dan wasit berusia 26 tahun itu mendapatkan tujuh suara, Kusni dua suara, dan Bahrul Ulum nol suara.

"Syukur alhamdulilah dengan apa yang sudah dipercayakan kepada saya. Penghargaan ini tidak membuat saya menjadi besar kepala, tetapi makin membuat saya harus lebih lebih baik lagi ke depannya," kata Thoriq saat dikonfirmasi dari Jakarta.

Selama Februari, Thoriq M. Alkatiri memimpin sebanyak empat pertandingan yang semuanya dikategorikan pertandingan besar.

Wasit berusia 26 tahun membuka kompetisi terbesar di Indonesia ini dengan memimpin pertandingan antara Semen Padang dan Barito Putra (5/2).

Selanjutnya, Persita melawan Arema Indonesia (13/2), Putra Samarinda melawan Persempan Madura United (19/2), dan pertandingan Persela Lamongan melawan PSM Makassar (27/2).

PSSI selaku induk organisasi sepak bola Indonesia telah menyiapkan 25 wasit untuk memimpin kompertisi tertinggi di Tanah Air, yaitu ISL.

Sesuai dengan rencana penilaian wasit akan dilakukan tiap bulan dan puncaknya setelah kompetisi ISL 2013/2014 berakhir.

"Tentunya kami sangat berharap, prestasi yang ditunjukkan Thoriq pada bulan Februari ini bisa menjadi pemacu bagi dirinya untuk terus menunjukan kualitas yang lebih baik lagi ke depannya. Dan, bagi wasit-wasit lain, tentu harus makin terpacu agar bisa mendapatkan penghargaan serupa pada bulan-bulan selanjutnya," kata Komite Media PSSI Rendra Soedjono.

Thoriq M. Alkatiri selain merupakan wasit muda juga baru saja dinyatakan lulus sebagai wasit FIFA. Dengan status baru ini, kemampuan dalam memimpin pertandingan terus dipantau oleh Konfederasi Sepak Bola Asia atau AFC bahkan FIFA.

"Saya baru pulang dari Brunei Darussalam (tempat tes berlangsung), hasilnya sudah lulus jadi sekarang tinggal menunggu tugas kalau diberi kesempatan," kata Thoriq.

Thoriq menjadi satu-satunya wasit asal Indonesia yang dinyatakan lolos dalam ujian itu. Dua pengadil lapangan lainnya, yaitu Handri Kristanto dan Oki Dwi Putra, dinyatakan tidak lolos dan harus mengulang tes tersebut pada tanggal 11 April.

(B016/D007)

Pewarta: Bayu K
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2014