Produsen susu Fonterra bangun pabrik di Cikarang

Produsen susu Fonterra bangun pabrik di Cikarang

Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian Panggah Susanto memberikan sambutan pada acara Peresmian Pembangunan Pabrik Pertama PT. Fontera Brands Manufacturing Indonesia di Cikarang yang dilakukan secara simbolis di Jakarta, 26 Maret 2014.

Investasi ini akan membantu memperluas pangsa pasar untuk merek-merek konsumen kami ...
Jakarta (ANTARA News) - Produsen susu asal Selandia Baru, Fonterra Brands Indonesia memulai pembangunan pabrik pertamanya di Indonesia, untuk memenuhi peningkatan kebutuhan susu di Tanah Air.

Pembangunan pabrik berlokasi di Cikarang, Jawa Barat, itu merupakan investasi terbesar yang dilakukan Fonterra di bidang pembangunan pabrik di kawasan ASEAN selama satu dekade terakhir.

"Fonterra Brands Manufacturing Indonesia Cikarang Plant akan memudahkan Fonterra memenuhi peningkatan kebutuhan produk susu di Indonesia," kata Managing Director of Fonterra Asia Pasific, Middle East and Africa (APMEA) Pascal De Petrini dalam acara peresmian pembangunan pabrik, Rabu.

Pascal De Petrini mengatakan permintaan produk susu di Indonesia akan terus bertumbuh lima persen per tahun hingga 2020. Menurut dia, investasi ini membantu perusahaan untuk memenuhi peningkatan kebutuhan susu tersebut.

"Investasi ini akan membantu memperluas pangsa pasar untuk merek-merek konsumen kami dan akan meningkatkan kemampuan pengolahan dan pengemasan kami untuk keberlangsungan jangka panjang bisnis kami," ujar dia.

Pabrik tersebut, kata dia, memiliki kapasitas produksi 12.000 ton per tahun, atau setara dengan 87.000 kemasan produk Fonterra seperti Anlene, Anmum, dan Anchor Boneeto setiap hari.

Presiden Direktur Fonterra Brands Indonesia Paul Richards mengatakan selain investasi finansial, Fonterra Brands Manufacturing Indonesia Cikarang Plant akan membawa standar keahlian dan teknologi Selandia Baru ke Indonesia.

Sehingga pabrik Fonterra ini akan memberikan kesempatan pelatihan dan pengembangan bagi karyawan dengan standar keamanan, kualitas dan operasional kelas dunia.

Menurut Richards, Indonesia telah menjadi bagian penting industri susu global Selandia Baru selama lebih dari 30 tahun atau sejak pertama kali Selandia Baru memasarkan bahan dasar bagi industri makanan dan minuman nasional.

"Kami berkomitmen bersama-sama pemerintah, para mitra serta pemangku kepentingan lain untuk menyajikan nutrisi susu berkualitas bagi semua orang, setiap hari," kata Richards.

Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Panggah Susanto mengatakan konsumsi rata-rata susu Indonesia saat ini baru sebesar 11,09 kg per kapita per tahun, masih jauh dibandingkan negara-negara lain seperti Filipina 22kg/kapita/tahun, Malaysia 20kg/kapita/tahun, Thailand 33kg/kapita/tahun dan Singapura 32kg/kapita/tahun.

Selain itu dari kebutuhan susu olahan dalam negeri 3,3 juta ton/tahun, sebanyak 79 persen pasokan bahan baku susu segar dalam negeri masih harus diimpor dalam bentuk Skim Milk Powder, Anhydrous Milk Fat dan Butter Milk Powder dari berbagai negara seperti Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Oleh karena itu, kata Panggah, pembangunan Pabrik Fonterra dengan nilai investasi sebesar Rp357 miliar ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan susu nasional.

"Pembangunan pabrik ini mempunyai makna penting bagi Indonesia khususnya dalam memenuhi kebutuhan produk susu olahan bagi masyarakat. Selain itu berdirinya pabrik susu ini akan mendorong kegiatan ekonomi masyarakat, khususnya di Kabupaten Cikarang dan Propinsu Jawa Barat," ujar Panggah.

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Ella Syafputri
COPYRIGHT © ANTARA 2014

Komentar