Presiden Eslandia ajak Indonesia ikut Konferensi Artik

Presiden Eslandia ajak Indonesia ikut Konferensi Artik

Dubes RI untuk Kerajaan Norwegia dan Republik Eslandia Yuwono A. Putranto bersama Presiden Eslandia Olafur Ragnar Grimsson. (kemlu.go.id)

London (ANTARA News) - Presiden Eslandia Olafur Ragnar Grimsson mengajak Indonesia untuk berpartisipasi pada Konferensi Lingkaran Artik (Arctic Circle Assembly) ke-2 yang akan diselenggarakan di Reykjavik pada Oktober 2014.

Ajakan itu disampaikan saat menerima surat kepercayaan dari Duta Besar RI untuk Republik Eslandia dan Kerajaan Norwegia, Yuwono A. Putranto, kepada Presiden Olafur Ragnar Grimsson di kediaman resmi Presiden Eslandia di Bessasta'ir, Reykjavik, kata pejabat Penerangan, Sosial dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (Pensosbud KBRI) di Oslo Dyah Kusumawardani kepada ANTARA News London, Minggu.

Dalam kesempatan itu, Dubes Yuwono didampingi oleh isteri serta para pejabat KBRI dan Konsul Kehormatan RI di Reykjavik, Svein Andri Sveinsson.

Dubes Yuwono menyampaikan salam hangat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada Presiden Grimsson dan seluruh rakyat Eslandia, serta memaparkan perkembangan di Tanah Air, antara lain rencana penyelenggaraan pemilihan umum, situasi ekonomi dan perkembangan demokrasi di Indonesia.

Selain itu, Dubes Yuwono menyampaikan keinginan kuat Indonesia untuk lebih aktif mengupayakan peningkatan kerja sama kedua negara di berbagai bidang.

Presiden Grimsson membalas salam hangat untuk Presiden Yudhoyono dan seluruh rakyat Indonesia, serta mendukung penuh keinginan kuat untuk meningkatkan kerja sama kedua negara di berbagai bidang.

Secara khusus, Presiden Grimsson membahas bidang geotermal yang dinilainya memiliki peluang besar untuk ditingkatkan bagi kepentingan kedua negara.

Presiden Grimsson juga menawarkan Indonesia untuk berpartisipasi pada Konferensi Lingkaran Artik ke-2 yang akan diselenggarakan di Reykjavik bulan Oktober 2014.

Dubes Yuwono A. Putranto pada pagi hari jelang anjangsana ke Presiden Grimsson juga melakukan serangkaian pertemuan dengan pejabat tinggi Kementerian Luar Negeri Eslandia, antara lain kepala protokol, sekretaris tetap negara, direktur masalah internasional dan hak asasi manusia, serta direktur sumber daya mineral dan lingkungan.

Eslandia terletak di persimpangan antara Atlantik Utara dan kawasan Kutub Utara yang berpenduduk sekira 325.671 jiwa dengan luas wilayah 103.000 kilometer persegi.

Eslandia merupakan negara Eropa paling barat dengan Reykjavik sebagai ibukota negara, dan paling utara di dunia. egeri itu juga terkenal sebagai penghasil energi geotermal dan geyser.

Hubungan diplomatik Indonesia dan Eslandia berlangsung sejak 1983, dan berjalan sangat baik, terutama dalam kerja sama di bidang geotermal dan perikanan. (*)

Pewarta: Zeynita Gibbons
Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © ANTARA 2014

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar