Harga pesawat kepresidenan sekitar Rp847 miliar

Harga pesawat kepresidenan sekitar Rp847 miliar

Pesawat kepresidenan baru Indonesia jenis Boeing Business Jet 2 berbasis Boeing B-737-800 yang baru mendarat di Pangkalan Udara Utama TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis. (ANTARA News/Ade P Marboen)

Jakarta (ANTARA News) - Harga pesawat kepresidenan yang baru tiba di Pangkalan Udara Utama TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis, diperkirakan sekitar Rp847 miliar.

Menurut rilis acara penyambutan dan peresmian penyerahan pesawat kepresidenan yang dibagikan kepada wartawan usai acara konferensi pers, pesawat kepresidenan itu harganya sekitar 89,6 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp847 miliar.

Harga sebesar itu sudah termasuk fabrikasi, modifikasi interior serta beragam modifikasi lain yang diperlukan untuk mendukung perjalanan dinas presiden.

Rilis itu juga menyebutkan bahwa pembayaran pesawat dilakukan melalui skim kontrak tahun jamak dari tahun 2010-2014.

Pesawat yang dapat mengakomodasi hingga 67 orang itu dilengkapi ruang pertemuan, ruang rapat, dan ruang eksekutif guna memfasilitasi presiden dalam menunaikan tugas kenegaraan.

Pesawat tersebut juga dilengkapi perangkat keamanan dan tangki bahan bakar telah dimodifikasi hingga menjadikan pesawat itu sanggup menempuh jarak di kisaran 5.000 mil laut atau sekitar 10.000 kilometer.

"Kami telah menerima pesawat jenis Boeing Business Jet 2 atau BBJ-2," kata Menteri Sekretaris Negara, Sudi Silalahi dalam konferensi pers di pangkalan udara itu.

Menurut dia, penerimaan pesawat baru kepresidenan setelah melalui proses pengadaan kurang lebih selama empat tahun.

Selain itu, lanjutnya, pesawat tersebut telah dirancang dan didesain sehingga dapat memenuhi persyaratan serta akan lebih mengefektifkan dan mengefisienkan perjalanan dinas kepresidenan.

Menurut dia, penggunaan pesawat kepresidenan bisa menghemat anggaran negara.

Pewarta: Muhammad Razi Rahman
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2014

Ulang tahun ke-58, Jokowi tinjau runway bandara Soetta

Komentar