Profil dan jejak karier calon gubernur Jakarta Ridwan Kamil
Selasa, 3 September 2024 11:48 WIB
waktu baca 3 menit
Mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berpose di ruang Adam Malik saat berkunjung ke Redaksi LKBN ANTARA di ANTARA Heritage Center, Jakarta, Jumat (12/7/2024). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/nym/aa.
Jakarta (ANTARA) -
Mochammad Ridwan Kamil, yang dikenal dengan sapaan Kang Emil, menjadi salah satu kandidat untuk Gubernur DKI Jakarta. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat dan dikenal karena kepemimpinannya yang visioner dan inovatif.
Lahir di Bandung pada 4 Oktober 1971, Ridwan Kamil memiliki latar belakang pendidikan arsitektur. Ia menempuh studi di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan kemudian melanjutkan pendidikan S2 di University of California, Berkeley.
Sebelum terjun ke dunia politik, Kang Emil merupakan seorang arsitek dan perancang kota yang sukses, dengan sejumlah proyek terkenal baik di dalam maupun luar negeri.
Ridwan Kamil pernah bekerja sebagai arsitek di beberapa firma di Amerika Serikat. Setelah itu, ia kembali ke Indonesia dan selama 14 tahun menjadi dosen paruh waktu di Program Studi Teknik Arsitektur ITB.
Ridwan Kamil pernah menjabat sebagai Wali Kota Bandung dari 2013 hingga 2018, didampingi oleh wakilnya, Oded Muhamad Danial. Setelah itu, ia melanjutkan karier politiknya sebagai Gubernur Jawa Barat untuk periode 2018-2023, bersama Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum. Bakal calon Gubernur DKI Jakarta Ridwan Kamil (kanan) berbincang dengan Wapres Terpilih Gibran Rakabuming Raka (kiri) saat menghadiri Deklarasi Cagub dan Cawagub DKI Jakarta di Jakarta, Senin (19/8/2024). Politisi Partai Golkar Ridwan Kamil dan Ketua Majelis Pertimbangan Pusat PKS Suswono akan ikut dalam dalam Pilkada DKI Jakarta dengan dukungan dari 12 partai Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/tom. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)
Berdasarkan data, Kang Emil berhasil memajukan Kota Bandung selama masa jabatannya sebagai wali kota dengan berbagai inisiatif perkotaan dan program yang menjadikan Bandung salah satu kota paling ramah lingkungan dan mewujudkan kota paling cerdas di Indonesia.
Politikus dari Partai Golongan Karya (Golkar) ini secara resmi mencalonkan diri sebagai calon gubernur (cagub) Jakarta, berpasangan dengan Suswono, mantan Menteri Pertanian dan politikus dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), sebagai calon wakil gubernur (cawagub).
Keduanya mendapat dukungan dari koalisi besar yang terdiri atas 14 partai politik, bagian dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus.
Partai-partai yang tergabung dalam koalisi ini antara lain Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Keadilan Sejahtera, Partai NasDem, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Solidaritas Indonesia, Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, Partai Garuda, Partai Gelora, Partai Perindo, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Bulan Bintang, dan Partai Kebangkitan Nusantara (PKN).
Sebagai cagub Jakarta, Ridwan Kamil diharapkan membawa visi serta pengalaman luasnya untuk menangani berbagai tantangan di Jakarta, seperti masalah banjir, kemacetan, dan perbaikan tata kelola kota. Dengan rekam jejak yang solid, Kang Emil memiliki peluang besar untuk menjadi pemimpin yang dapat membawa perubahan besar bagi ibu kota Jakarta. Pasangan bakal calon Gubernur DKI Jakarta Ridwan Kamil (kiri) dan bakal calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Suswono (kedua kanan) tiba di Kantor KPU DKI Jakarta, Jalan Salemba Raya, Jakarta, Rabu (28/8/2024). Pasangan Ridwan Kamil-Suswono mendaftarkan diri sebagai peserta Pilgub DKI Jakarta 2024 dengan dukungan dari partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus. ANTARA FOTO/Fauzan/YU (ANTARA FOTO/FAUZAN)
- SDN Banjarsari III Bandung, 1978-1984 - SMP Negeri 2 Bandung, 1984-1987 - SMA Negeri 3 Bandung, 1987-1990 - S1, Teknik Arsitektur, Institut Teknologi Bandung, 1990-1995 - S2, Master of Urban Design University of California, Berkeley, AS, 1999-2001
Karier
- Arsitektur - Dosen ITB - Walikota Bandung periode 2013-2018 - Gubernur Jawa Barat periode 2018-2023
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.