Ribuan warga itu mengalami krisis air bersih karena beberapa sumber air di daerah mereka mengering
Trenggalek, Jatim (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur sejauh ini telah mendistribusikan 122 tangki air bersih ke 24 desa terdampak kekeringan yang tersebar di 10 kecamatan setempat.
Baca juga: Polres Lamsel salurkan 17 ribu liter air bersih untuk warga
"Ya, kita bahu membahu bersama menanggulangi dampak bencana kekeringan ini," kata Tri, sapaan Triadi.
Disebutkan, krisis air bersih di Kabupaten Trenggalek semakin meluas.
Tercatat saat ini ada 9 ribu warga terdampak kekeringan yang melanda 24 desa di 10 kecamatan.
"Data terbaru pada 3 September ada 24 desa di 10 kecamatan," katanya.
Baca juga: Ratusan warga di pelosok Ponorogo keluar-masuk hutan demi air bersih
Jumlah wilayah terdampak kekeringan itu berdasarkan permintaan bantuan distribusi air bersih.
"Sebelumnya 19 desa di sembilan kecamatan, sekarang bertambah,” imbuhnya.
Ribuan warga itu mengalami krisis air bersih karena beberapa sumber air di daerah mereka mengering.
Kondisi itu membuat warga tak bisa mengakses air bersih untuk keperluan sehari-hari.
"Untuk itu kita distribusikan bantuan air bersih," ujarnya.
Daerah terdampak kekeringan itu berpotensi meluas seiring potensi curah hujan saat memasuki musim penghujan.
Untuk itu warga diimbau memanfaatkan sebaik mungkin bantuan air bersih karena jumlahnya terbatas.
Baca juga: Delapan kecamatan di Kabupaten Bekasi mengalami krisis air bersih
Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2024
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.