Semarang (ANTARA News) - Aksesoris tradisional masih diminati oleh pasar masa kini, karena meski secara model kalah dari produk pabrikan, namun keunikannya tidak bisa ditandingi.

"Salah satunya kelom atau bakiak ukir yang dilukis dengan hiasan bunga-bunga, dari tadi ini banyak diminati pengunjung," ujar pemilik sanggar Reret Art Shop dari Sumedang Jawa Barat Dayat Supriatna di Semarang, Jumat.

Dayat mengatakan, sejak pembukaan Expo yang digelar di Java Supermal tersebut, kelom etnik menjadi favorit para pengunjung stannya, rata-rata pembeli menyukai model yang tidak terlalu tinggi dengan hiasan bunga kecil-kecil.

"Sudah puluhan kelom laku di expo ini, tidak hanya ibu-ibu yang membeli namun juga remaja putri, setiap mengikuti pameran di daerah-daerah antusiasme pengunjung terhadap asesoris ini cukup tinggi," kata dia.

Bahkan dirinya sudah mengekspor kerajinan tangan tersebut ke sejumlah negara, salah satu negara dengan permintaan banyak adalah Jepang.

"Sebelum pameran di sini juga saya pernah ikut pameran di Jerman dan Prancis. Sambutannya cukup bagus, masyarakat asing justru sangat menyukai hal-hal yang bersifat etnik," kata dia.

Dayat mengatakan dengan adanya pameran tersebut Indonesia semakin dikenal di negara asing, tidak hanya dari segi wisata saja namun juga produk lokal yang mendunia.

"Sebetulnya permintaan kelom ini dari luar negeri sangat banyak namun kami belum bisa memenuhi permintaan tersebut karena masih terkendala modal dan tenaga kerja," katanya.

Sementara itu tidak hanya seni lukis ukir dari Sumedang, beberapa kerajinan lain yang terdapat di pameran hinggal 27 April tersebut di antaranya sulam khas Lampung, manik-manik khas Kalimantan, kerajinan rajut, dan olahan pangan.

(KR-AWA/H-KWR)

Pewarta: Aris W Widiastuti
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2014