Wina (ANTARA News) - Waria berjenggot asal Austria Conchita Wurst akan bersaing dengan kontestan dari negara-negara Eropa lain di panggung Eurovision, kontes lagu antar bangsa yang telah meluncurkan karir global ABBA dan Celine Dion.

Mengenakan sepatu hak tinggi dan bulu mata kupu-kupu, waria bernama asli Tom Neuwirth itu akan mewakili Austria yang konservatif, yang tahun 1966 menang dengan lagu lembut Udo Juergens yang berjudul "Merci, Cherie".

Keikutsertaan Wurst dalam acara tahunan Eurovision Song Contest telah memicu petisi daring di Belarusia, Armenia dan Rusia.

Pembuat petisi di negara-negara yang pemerintahnya tahun lalu memberlakukan aturan pelarangan "propaganda gay" pada anak-anak itu menuntut penghapusan Wurst dari daftar peserta atau pengeditan siaran tentang dia di negara mereka.

Sementara pesaing Eurovision dari Armenia Aram MP3, pria berusia 30 tahun bernama asli Aram Sargsyan, mengatakan gaya hidup Wurst "tidak alami" dan seharusnya dia memutuskan untuk menjadi perempuan atau laki-laki.

Wurst membalasnya dengan mengatakan: "Saya bilang padanya, saya tidak ingin menjadi perempuan. Saya hanya ratu kerja dan anak laki-laki yang malas di rumah."

Aram MP3 kemudian meminta maaf dan mengatakan komentarnya hanya untuk bercanda.


Perjalanan waria berjenggot

Entri lagu Wurst yang berjudul "Rise Like a Phoenix" adalah balada yang menurut sang penyanyi merupakan metapora perjalanannya dari anak lelaki pedesaan menjadi seorang waria berjenggot.

"Jenggot adalah pernyataan bahwa kau bisa meraih apapun, tak peduli siapa dirimu atau bagaimana penampilanmu," katanya dalam wawancara dengan kantor berita Reuters.

Wurst mengatakan pegunungan Austria merupakan lingkungan sempurna untuk masa kanak-kanak seorang anak laki-laki tapi kemudian hidup menjadi lebih sulit baginya.

"Menjadi remaja, remaja gay, di desa kecil seperti itu tidak terlalu menyenangkan. Saya bagian dari komunitas gay dan kebanyakan gay punya cerita serupa dengan saya," kata Wurst yang kini berusia 25 tahun.

Neuwirth pindah ke Graz pada usia 14 tahun untuk belajar fesyen dan menciptakan persona Conchita Wurst dalam kompetisi bakat Austria tahun 2011.

Eurovision, salah satu program televisi terlama di dunia, mulai digelar tahun 1950an untuk membantu menumbuhkan semangat setelah Perang Dunia II.

Peserta ajang itu telah meluas dari awalnya tujuh negara menjadi 37 negara tahun ini, banyak di antaranya dari luar Eropa.

Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2014