Gubernur Lemhanas sebut politik uang makin banyak

Gubernur Lemhanas sebut politik uang makin banyak

Gubernur Lemhanas Budi Soesilo Supandji (FOTO ANTARA/Dewi Fajriani)

Lemhanas inginnya kan ada penurunan `money politic`, tapi hasil (laporan) yang masuk masih banyak yang menggunakan `money politic`. Padahal kualitas SDM di era demokrasi penting, terkait moral, karakter, dan kejujuran,"
Jakarta (ANTARA News) - Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Budi Susilo Soepandji mengatakan praktik politik uang dalam Pemilu Legislatif 2014 semakin banyak terjadi dan berdampak pada pembentukan moral serta karakter bangsa.

"Lemhanas inginnya kan ada penurunan money politic, tapi hasil (laporan) yang masuk masih banyak yang menggunakan money politic. Padahal kualitas SDM di era demokrasi penting, terkait moral, karakter, dan kejujuran," kata Budi Susilo di Jakarta, Sabtu.

Budi mengatakan Lemhanas dalam waktu dekat akan segera menggelar diskusi dengan partai politik dan para pakar untuk membicarakan masalah politik uang ini.

Lemhanas pada saatnya nanti juga akan melakukan pembicaraan dengan capres-capres yang akan maju dalam pilpres, untuk mengantisipasi adanya politik yang mungkin terjadi dalam pemilu presiden.

Kepentingan Lemhanas, kata dia, adalah menjaga kesatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, tak terkecuali semangat persatuan dalam persaingan politik.

"Lemhanas ingin menang-kalah dalam politik itu semangat kesatuan harus tetap ada. Kami akan segera berdiskusi dengan partai politik dan pakar," ujar dia.

Lebih jauh dia mengatakan Lemhanas akan terus melakukan pendidikan kebangsaan kepada pemimpin daerah, baik walikota, bupati maupun DPRD, agar pemimpin daerah terus menjunjung tinggi semangat kebangsaan.
(R028/Y008)

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2014

Puan: Suara Jokowi-Amin minimal seperti Pilpres 2014

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar