Dalam pertandingan final nomor 800 meter yang diselenggarakan di Stadion Madya Atletik Sumut Sport Center, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Senin, atlet berumur 26 tahun itu berhasil membukukan waktu 1 menit 53,25 detik.
Wahyudi yang merupakan seorang anggota TNI Angkatan Laut (AL) berpangkat Sersan Dua (Serda) itu membelakangi rekan setimnya di peringkat kedua, Bilal Bilano yang mencatatkan waktu 1 menit 54,48 detik.
Menguntit di urutan ketiga atau peraih perunggu, wakil dari Jawa Timur (Jatim) Ekhwan Nudin yang menorehkan waktu 1 menit 54,66 detik.
Pada awal lomba, Wahyudi terlihat tidak 'ngotot' untuk memimpin di lintasan. Dia membiarkan wakil dari Aceh Syibral untuk mendominasi putaran (lap) pertama.
Namun, di dua tikungan pada lap kedua atau terakhir, peraih perunggu nomor 5.000 meter PON Jawa Barat 2016 tersebut mulai meningkatkan kecepatan sehingga berhasil menyalip Syibral dan Bilal guna merangsek ke urutan pertama.
Baca juga: Atletik - Sabet emas perdana, Robi sebut berat bertarung akibat cuaca

Pemilik BIB atau nomor dada 92 itu, kini total mengoleksi dua emas dari nomor 1.500 meter dan 800 meter putra, meski sempat absen dari dunia atletik selama 2,5 tahun karena ingin mengejar karier di TNI AL.
Meski berhasil meraih emas, Wahyudi belum mampu memecahkan rekor nomor 800 meter yang dibukukan pada PON Riau 2012 oleh Ridwan asal Nusa Tenggara Barat (NTB).
Begitu juga dengan rekor nasional yang sudah bertahan 29 tahun milik Alexander Resmol asal Jawa Timur dengan catatan waktu 1 menit 49,93 detik.
Baca juga: Atletik - Raih emas, Nur Aini: Lawan terberat adalah diri sendiri
Baca juga: Atletik - Pecahkan rekor PON milik Sukraj, Syahrial: Dia motivasi saya
Pewarta: Donny Aditra
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2024
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.