Arkenas temukan kerangka ibu dan anak purba di Sumsel

Arkenas temukan kerangka ibu dan anak purba di Sumsel

Dokumen foto Goa Harimau Baturaja. (arkeologi.palembang.go.id)

... kemungkinan kerangka manusia purba itu hidup di zaman 20.000 tahun silam..."
Baturaja (ANTARA News) - Tim Arkeologi Nasional (Arkenas) Jakarta dalam penelitian di Goa Harimau Desa Padang Bindu, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan (Sumsel), menemukan kerangka manusia purba diduga ibu dan anak terkubur dalam satu lubang yang sama.

"Ini sangat menarik dan mempunyai cerita yang sangat mengharukan karena posisi kerangka sang ibu memeluk anaknya di atas perut," kata Prof Trauman Simanjuntak di dampingi Kepala Dinas Pariwisata Ogan Komering Ulu (OKU) Aufa Sarkomi di Goa Harimau Baturaja, Selasa.

Dikatakannya, hasil temuan kerangka diduga ibu dan anak tersebut merupakan salah satu penemuan dari 78 kerangka yang ditemukan di Goa Harimau.

Menurut dia, ada 78 kerangka manusia purba yang ditemukan diperkirakan hidup di zaman antara 3.000 hingga 14.000 tahun silam berasal dari dua ras berbeda, yaitu Ras Austronesia dan Austromelanesid.

"Bahkan, kemungkinan kerangka manusia purba itu hidup di zaman 20.000 tahun silam, sebab galian dua meter saja diperkirakan berusia 14.000 tahun. Sekarang kami sudah menggali kedalaman lebih dari empat meter," ungkapnya.

Sementara itu, Aufa mengemukakan, saat Tim Pusat Penelitian Arkenas akan melakukan tes deoxyribonucleic acid (DNA) beberapa kerangka manusia purba ditemukan guna mengidentifikasi status keterkaitan kerangka manusia yang telah ditemukan dengan kehidupan masyarakat modern saat ini.

"Tes DNA yang dilakukan untuk mengetahui apakah individu kerangka dua ras tersebut memiliki hubungan keterkaitan, bahkan bukan tidak mungkin kerangka mempunyai hubungan suku asli Kabupaten OKU," ujarnya.

Ia menjelaskan, tes DNA yang akan dilakukan tersebut, antara lain dengan meneliti tulang kaki pada kerangka dan mengambil sampel gigi.

"Diharapkan tes DNA dapat mengetahui kemungkinan ada hubungan dengan kerangka jaman dahulu dengan manusia yang hidup di jaman modern," demikian Trauman Simanjuntak.
(T.EP*M033)

Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © ANTARA 2014

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar