Petani didorong perbaiki kesuburan lahan secara biologis

Petani didorong perbaiki kesuburan lahan secara biologis

ilustrasi penelitian (FOTO ANTARA/Agus Bebeng)

Yogyakarta (ANTARA Newsa) - Tim mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta mendorong para petani di Desa Nomporejo, Kecamatan Galur, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, memperbaiki kesuburan lahan pertanian secara biologis.

"Salah satu upaya dari tindak biologis tersebut dapat ditempuh dengan menambahkan mikroba bermanfaat. Program perbaikan tanah itu dilakukan dengan konsep Healthy Field, Increase My Rice (HFIMR)," kata koordinator tim Nurul Hidayah di Yogyakarta, Kamis.

Menurut dia, program itu berupa pendampingan kelompok binatani yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman petani mengenai pengelolaan lahan pertanian dengan memanfaatkan mikroba di Desa Nomporejo.

Alur pelaksanaan program HFIMR itu adalah seminar program HFIMR, cek tingkat keasaman tanah, pendampingan pada penambahan C-organik untuk perbaikan struktur tanah, memberi pengertian tentang struktur tanah yang baik, dan tata cara penambahan C-organik.

"Misalnya, kompos yang sudah ada dengan penambahan mikroba, dan fungsi penambahan mikroba," kata mahasiswa Jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu.

Ia mengatakan pendampingan pada penambahan mikroba bermanfaat tersebut dilakukan dengan memberi pengertian tentang mikroba, manfaat mikroba terhadap kesuburan tanah, dan apa saja mikroba yang baik untuk pertanian.

Selain itu, tata cara penambahan mikroba bermanfaat ke dalam tanah serta cara perawatan dan mengatasi penyakit tanaman.

Selanjutnya menganalisis jumlah perakaran dan peranakan pada tanaman padi, memberi pengertian tentang hama tanaman, dan cara mengatasi hama tersebut.

"Pada tahap itu kami bekerja sama dengan Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (BP3K) Galur sebagai badan yang menangani penyuluhan pertanian," katanya.

Menurut dia, program pendampingan petani itu berjalan hingga tahap masa panen.

Program itu bertujuan untuk mengkondisikan sawah menjadi sehat dalam arti mempunyai keseimbangan antara fisik, kimia, dan biologis sehingga produktivitas dapat meningkat.

"Program itu merupakan Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM-M) yang diusulkan mahasiswa Jurusan Pendidikan Biologi Fakultas MIPA UNY dan Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNY," katanya.

Ia mengatakan mahasiswa Jurusan Pendidikan Biologi Fakultas MIPA UNY itu adalah Nurul Hidayah, Mohamad Fajar Hariadi, dan Ratna Widyasari, sedangkan mahasiswa Jurusan PGSD FIP UNY adalah Fatma Pratiwi dan Reza Rivano dengan dosen pembimbing Evy Yulianti.

"Program HFIMR juga menjalin kerja sama dengan masyarakat daerah pelaksanaan dan CV Sentra Chiptani Makmur," kata Nurul yang juga ketua pelaksana program.

Pewarta: Bambang Sutopo Hadi
Editor: Aditia Maruli Radja
COPYRIGHT © ANTARA 2014

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar