Aljazair ingin balas ulah Jerman 32 tahun lalu

Aljazair ingin balas ulah Jerman 32 tahun lalu

Para pemain Aljazair (dari kiri) bek Aissa Mandi, penyerang Madjid Bougherra, gelandang Saphir Taider dan penyerang Nabil Ghilas berselebrasi usai menahan imbang Rusia 1-1 dan berhasil lolos ke 16 Besar pada laga terakhir Grup H Piala Dunia 2014 di Baixada Arena, Curitiba (26/6). AFP PHOTO/KIRILL KUDRYAVTSEV

Mengapa kami tak bisa melakukan itu pada babak berikutnya melawan Jerman?"
Curitiba, Brasil (ANTARA News) - Setelah membawa Aljazair menahan seri Rusia 1-1 untuk lolos pertama kalinya ke 16 Besar, pelatih Vahid Halilhodzic berkesempatan memimpin negara yang dilatihnya untuk menuntut balas kepada Jerman pada pertandingan 16 Besar Senin pekan depan di Porto Alegre melawan tim yang mencampakkan Aljazair 32 tahun silam itu.

32 tahun silam Aljazair secara kontroversial tersisih dari Piala Dunia akibat selisih gol ketika Jerman Barat dan Austria bermain sandiwara yang membuat Jerman menang 1-0 untuk lolos ke babak berikutnya akibat unggul selisih gol dari Aljazair.

"Kami tidak melupakannya. Semua orang membicarakan Aljazair dan Jerman sejak 1982," kata Halilhodzic. "Tiga puluh dua tahun itu waktu yang lama, tapi saya sangat bangga atas apa yang kami capai malam ini dan kami pantas berada di sini."

"Aljazair memainkan pertandingan yang heroik dan kelolosan kami ke putaran kedua adalah pantas sekali.  Ini adalah hasil yang kami ciptakan dalam tiga tahun terakhir, kami telah maju banyak. Ini adalah ganjarannya," sambung pelatih asal Bosnia ini.

"Saya suka sebagai pelatih tatkala melihat tim saya bertarung seperti ini," kata Halilhodzic lagi.

Dia mengakui timnya kalah berpengalaman dan secara fisik inferior dari Jerman, tetapi menandaskan bahwa apa pun mungkin terjadi bagi tim muda yang telah menciptakan sejarah.

"Pada babak pertama Rusia memanfaatkan pengalamannya dan para pemain saya agak naif, namun sekali lagi tim Aljazair ini telah menunjukkan apa yang dimampunya dan masih punya marjin besar untuk maju.  Mengapa kami tak bisa melakukan itu pada babak berikutnya melawan Jerman?," papar Halilhodzic seperti dikutip AFP.

Dia melanjutkan, "Kami tahu pertandingan itu akan sangat sulit. Saya melihat Jerman melawan Amerika Serikat dan mereka tinggi besar serta banyak berlari, jadi pertandingan nanti akan sangat rumit."



Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2014

Komentar