Popularitas Prabowo meningkat karena tim media cerdas

Popularitas Prabowo meningkat karena tim media cerdas

Prabowo Kampanye di Aceh. Calon Presiden, Prabowo Subianto (tengah) didampingi Penasehat Partai Golkar, Akbar Tanjung (kedua kanan), Ketua Umum Partai Aceh, Muzakir Manaf (kanan), Presiden PKS, Anis Maa (kedua kiri) dan Ketua PPP Kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin (kiri) mengacungkan tangan saat orasi politik kampanye pilpres di Stadion Hadimurthala, Banda Aceh, Rabu (11/6). Calon presiden Prabowo Subianto bersama rombongan pimpinan partai kolalisi disambut ribuan pendukungnya dalam rangkaian kampanye pilpres menjanjikan MoU Helsinki akan utuh direalisasikan dalam undang-undang pemerintahaan Aceh dan kesejahteraan lebih baik dari sebelumnya. (ANTARA FOTO/Ampelsa)

Jakarta (ANTARA News) - Pengamat politik dari Universitas Indonesia Agung Suprio berpendapat meningkatnya popularitas pasangan capres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa lantaran memiliki tim media center yang cerdas.

"Prabowo-Hatta yang sebelumnya dianggap underdog kini nyata-nyata mengungguli Joko Widodo-Jusuf Kalla di media online dan media sosial sesuai hasil survei Evello," kata Agung di Jakarta, Jumat.

Penyebab utamanya, katanya, adalah tim media center dan tim online Prabowo-Hatta yang bekerja lebih all out.

"Mereka mampu menyosialisasikan program Prabowo-Hatta dalam bahasa yang lugas dan sederhana, serta melakukan counter attack terhadap serangan negatif," ujarnya.

Situs Evello.co.id merilis hasil survei popularitas calon presiden, Jumat, di mana hasil survei yang berlangsung 1-23 Juni 2014 itu, share index Prabowo-Hatta di media online unggul dari Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Secara umum, Prabowo-Hatta meraih 50,85 persen, sedangkan Joko Widodo-Jusuf Kalla 49,15 persen. Di Facebook, share index Prabowo-Hatta 51,71 persen, sementara Joko Widodo-Jusuf Kalla 48,29 persen.

Di Twitter, share index Prabowo-Hatta 59,69 persen, sedangkan Joko Widodo-Jusuf Kalla 40,31 persen.

Periset Evello, Nurhadi M Musawir, mengatakan tren kenaikan popularitas Prabowo-Hatta menunjukkan pola stabil pada media online, Facebook, dan Twitter.

"Kampanye hitam dan kampanye negatif tidak berpengaruh signifikan. Sosialisasi program lebih memiliki imbas positif," tuturnya.

Pengamat komunikasi politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio, menyatakan fungsi media center bukan hanya menyampaikan hal yang bagus, tetapi juga menangkis pemberitaan negatif yang menyerang si calon.

Oleh sebab itu komandan media center haruslah orang cerdas yang mengerti strategi komunikasi pencitraan.

"Beberapa survei yang mengerek elektabilitas salah satu calon jelas karena kinerja media center dan tim online yang mumpuni. Bila media center dan tim online sudah bekerja ciamik, maka pencitraan si calon banyak tergantung dari kepribadian dia tentu saja dengan arahan tim sukses inti sang capres," kata Hendri.

Ketua Polonia Media Center, Ariseno Ridhwan, mengapresiasi hasil berbagai survei yang menunjukkan kenaikan elektabilitas Prabowo.

"Kami menyambut baik hasil-hasil survei tersebut. Namun ini tidak membuat kami berpuas diri. Kami akan terus bekerja keras demi terwujudnya kemenangan Prabowo-Hatta pada Pemilihan Presiden 9 Juli," kata Ariseno. (S037/KWR)

Pewarta: Syaiful Hakim
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2014

Puan: Suara Jokowi-Amin minimal seperti Pilpres 2014

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar