counter

"Kutukan" 16 besar Meksiko

"Kutukan" 16 besar Meksiko

Pelatih timnas Meksiko Miguel Herrera (REUTERS)

Kami akan memberikan semuanya. Sikap dan determinasi penting untuk tim
Fortaleza (ANTARA News) - Meksiko seperti terkena kutukan saat berada di babak 16 besar. Karena sejak piala dunia 1994 hingga 2010 Meksiko selalu menghadapi tim besar dan kalah. Akankah kutukan itu terulang?

Di lima edisi Piala Dunia sebelumnya Meksiko selalu menjadi langganan lolos ke putaran 16 besar. Tetapi setelah itu selalu dikalahkan oleh tim-tim yang lebih perkasa. Kini piala dunia 2014, Meksiko harus berhadapan dengan tim tangguh Belanda untuk dapat mencicipi laga di perempat-final.

Pada 1994 Meksiko kurang beruntung karena kalah adu penalti melawan Bulgaria. Empat tahun kemudian giliran Jerman yang mengalahkan El Tri 2-1. Impian Meksiko melaju ke perempat-final kandas.

Pada 2002 giliran Amerika Serikat yang mempermalukan Meksiko dengan 2-0.

Piala dunia 2006 mempertemukan El Tri dengan Argentina. Gol Maxi Rodriguez pada tambahan waktu membuat Argentina menang. Empat tahun kemudian, Meksiko kembali bertemu Argentina di babak 16 besar. Tetapi Albiceleste tidak perlu tambahan waktu untuk mengalahkan El Tri 3-1.

"Pada 2006, Meksiko jauh lebih unggul daripada Argentina," kata pelatih Meksiko Miguel Herrera pada konferensi pers. "Kami berhak mendapatkan lebih, tetapi sayangnya, kami tidak mencetak gol dan Maxi Rodriguez mencetak gol di menit terakhir Piala Dunia."

Herrera meneruskan, "Mungkin karena kami tidak mempunyai permainan terbuka, membuat kejutan, dan juga sikap."

Pada Piala Dunia kali ini, Meksiko bermain apik menahan imbang tuan rumah Brasil 0-0, Rabu (18/6), dan lolos ke 16 besar. El Tri bertahan dengan cukup baik hampir di setiap pertandingan di fase grup. Selain itu, Meksiko punya kiper guillermo Ochoa sebagai benteng pertahanan akhir El Tri. Bahkan Javier "Chicharito" telah menemukan sentuhannya untuk mencetak gol.

"Saya merasakan tekanan yang hebat untuk kami," katanya. "Kamu harus menikmatinya, melewatinya, menikmatinya ketika mencapainya."

Herrera menambahkan, "Cara Van Gaal melatih membuatnya mendapatkan hasil bagus. Saya juga punya sesuatu untuk mengdapatkan hasil bagus. Setiap pelatih mempunyai caranya sendiri. Tetapi untuk saya, ini kehormatan melawan pelatih sukses Van Gaal."

"Kami akan memberikan semuanya. Sikap dan determinasi penting untuk tim. Jika kamu tidak punya itu kamu tidak bisa mengubah atau bahkan kehilangan momen penting itu," kata Herrera ketika ditanya tentang kesempatan Meksiko melawan Belanda seperti dilansir di ESPN.

Penerjemah:
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2014

Komentar