Brasil akan bertarung demi "kehormatan dan martabat"

Brasil akan bertarung demi "kehormatan dan martabat"

Thiago Silva (kanan) (AFP PHOTO / Vanderlei Almeida.)

Brasilia (ANTARA News) - Para pemain Brasil jauh termotivasi menjelang laga perebutan tempat ketiga melawan Belanda nanti dan akan bertarung demi memulihkan kehormatan dan harkat martabat, kata kapten Thiago Silva seperti dikutip Reuters.

Impian Brasil untuk menjuarai Piala Dunia keenam kalinya dan pertama kali di negerinya sendiri, hancur berantakan ketika Jerman meluluhlantakkan mereka 7-1 pada pertandingan semifinal, sedangkan Belanda kalah adu penalti dari Argentina.

Kendati tempat ketiga lebih sekadar hiburan, Thiago Silva mengatakan para pemain akan mencoba mengangkat semangat bangsa yang masih terguncang setelah kekalahan memalukan timnas mereka.

Mereka juga berkesempatan untuk membalaskan dendam atas Belanda yang menghempaskan mereka pada perempat final Piala Dunia Afrika Selatan empat tahun silam.

"Kami punya tingkat motivasi yang mungkin paling tinggi," kata Thiago Silva yang absen melawan Jerman karena akumulasi kartu kuning, dalam jumpa pers di Brasilia.

"Jelas kami kini punya gawang yang berbeda dan bukan kali ini saja kami berjuang demi kehormatan dan martabat kami," sambung sang bek tengah itu. "Tatkala Anda mengenakan seragam itu dengan lima bintang di depan maka Anda harus menghormatinya."

"Saya tak bisa tidur beberapa malam memikirkan Piala Dunia ini dan mengenai final di Maracana yang tak terwujud."

Pelatih Luiz Felipe Scolari mengaku akan melakukan perubahan susunan pemain dari tim yang dikalahkan Jerman dengan menurunkan pemain yang tidak turun atau hanya bermain sebentar selama putaran final ini.

Scolari mendapat dukungan dari Konfederasi Sepak bola Brasil (CBF) kendati dia menyatakan akan mundur setelah Piala Dunia ini berakhir.

"Kami harus mengirimkan pesan yang optimistis kepada para pendukung kami. Kami masih salah satu empat tim terbaik dan ini bukan kiamat," kata Scolari. "Paling tidak kami punya peluang untuk memberi rakyat Brasil sedikit kesenangan."




Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2014

Komentar