Sebelum direalisasikan pembangunan infrastruktur tersebut, Jumat (8/11), BNPB akan melakukan rapat koordinasi pendampingan penyaluran hibah rehabilitasi dan rekonstruksi
Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menerima Rp14,4 miliar dana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bima Drs Isyrah melalui keterangan tertulisnya di Mataram, Minggu, mengatakan anggaran tersebut akan dialokasikan untuk rekonstruksi Jambatan Rade Kecamatan Madapangga, Rekonstruksi Jambatan Leu Kecamatan Bolo dan Rehab Bendung dan saluran sekunder Mpungga Tambe Desa Tambe Bolo, Kecamatan Bolo.
Baca juga: Kerugian dampak bencana ekstrem di Kabupaten Bima Rp1,6 miliar
Ia mengatakan, prasarana lainnya yang akan ditangani melalui anggaran tersebut yaitu rehabilitasi Jambatan Campa, Rehabilitasi Bangunan Pengaman Irigasi Desa Tambe - Bolo, Rehabilitasi Jambatan Woro dan Rehabilitasi bendung dan saluran irigasi.
"Serta tanggul pengaman bangunan irigasi Rade Kecamatan Madapangga," katanya.
Sebelum direalisasikan pembangunan infrastruktur tersebut, Jumat (8/11), BNPB akan melakukan rapat koordinasi pendampingan penyaluran hibah rehabilitasi dan rekonstruksi untuk memastikan pengerjaan sarana dan prasarana yang harus sesuai ketentuan.
Baca juga: BMKG prediksi Sumbar alami musim kemarau dua hingga empat bulan
Tahapan selanjutnya adalah penandatanganan surat penetapan pemberian hibah (SPPH) dan dilanjutkan dengan penandatangan nota persetujuan hibah daerah (NPHD).
"NPHD dulu, sebelum pelaksanaan item pekerjaan proyek dimulai," katanya.
Ia mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor dan pohon tumbang pada peralihan musim kemarau menuju musim hujan 2024-2025.
"Warga kami imbau tetap waspada saat terjadi hujan lebat yang disertai angin kencang pada peralihan musim ini," katanya.
Baca juga: BMKG: Waspada banjir rob hingga 16 Maret di perairan NTT
Pewarta: Akhyar Rosidi
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2024
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.