counter

Timnas Jerman dikritik karena sombong dan ejek Argentina

Timnas Jerman dikritik karena sombong dan ejek Argentina

Puluhan ribu penggemar memadati Gerbang Brandenburg, Berlin (14/7), untuk menyambut timnas Jerman yg berhasil menjadi juara Piala Dunia bRASIL 2014. (AFP PHOTO / DPA / WOLFGANG KUMM / GERMANY OUT)

Berlin (ANTARA News) - Para komentator mencaci tim sepak bola Jerman karena mengolok-olok Argentina pada pesta kemenangan Piala Dunia di Berlin, yang juga disebut sebagai selebrasi kebanggaan nasional yang jarang sesemangat itu.

Di negara di mana patriotisme terlalu nyaring dianggap tabu, koran-koran melaporkan tarian kemenangan "murahan" dari para pemain muda kemarin itu mencerminkan buruknya negeri itu.

Enam pemain termasuk Mario Goetze, pencetak gol semata wayang penentu kemenangan atas Argentina, menampilkan gerakan ejekan yang bahkan dilakukan di panggung di depan Gerbang Brandenburg di depan ratusan ribu penggemar yang melambai-lambaikan bendera kebangsaan.

"Beginilah para gaucho (Argentina) berjalan, jalan para gaucho seperti ini," seru mereka dalam nyanyian, menunduk untuk kemudian disambut massa.

Mereka kemudian melompat dan bernyanyi, "Beginilah orang Jerman berjalan, orang Jerman berjalan seperti ini," lalu bergerak memutar panggung sambil saling berpegangan.

Kata "gaucho" adalah sama dengan istilah "koboy" di Amerika Selatan.

Beberapa koran Jerman menyebut apa perayaan bernada sombong itu sebagai tidak sopan, berbalikkan dengan catatan sempurna tim di Piala Dunia.

"Perayaan kemenangan di Gerbang Brandenburg berubah menjadi gol bunuh diri raksasa," tulis harian konservatif Frankfurter Allgemeine Zeitung.

"Sebagai satire terang-terangan kepada pihak lawan di final, juara dunia Jerman menyianyiakan citra bangsa toleran dan terbuka."

Koran berhaluan kiri-tengah Tagesspiegel yang berbasis di Berlin menyebut atraksi itu "murahan" dan mengaburkan sikap anggun tim di lapangan di Brasil.

"Kerendahan hati Jerman habis. Suka cita mereka tidaklah cukup, mereka hanya memuaskan diri ketika menyiksa lawan tertaklukkan yang masih berduka," tulis koran tersebut.

"Mungkin itulah yang akan berbekas pada kepala banyak orang di luar Jerman dari Piala Dunia ini. Dan kemudian aplaus audiens yang berlebihan. Itu tak berarti apa-apa. Mereka hanya menunjukkan bahwa dalam sepak bola tidak hanya bodoh tapi benar-benar bodoh."

Kritik menyulut debat online dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Jerman di Twitter dalam hashtag #gauchogate, dengan banyak menyerang apa yang mereka anggap sebagai pembenaran politik untuk amuk massa.

Seorang pengguna dengan handel  @suburp mengatakan, "Jerman punya kata untuk #schadenfreude namun berusaha keras untuk bergembira dan kebanggaan nasional yang sehat. Ini hanya FUSSBALL (sepak bola). regt euch ab. (Tenang)."

Surat kabar Die Welt menyebut tarian itu menandai "momen cemerlang" namun menambahkan "Kami tidak perlu berlebih-lebihan," demikian AFP.
       

Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2014

Yang dipetik Indonesia dari Rusia untuk Asian Games

Komentar