Jumlah korban meninggal di Gaza naik jadi 832 orang

Jumlah korban meninggal di Gaza naik jadi 832 orang

Sebuah roket Israel ditembakkan menuju Jalur Gaza utara (REUTERS/Amir Cohen)

Kota Gaza, Wilayah Palestina (ANTARA News) - Usaha-usaha internasional untuk mewujudkan gencatan senjata di Gaza masih belum berjalan mulus, sementara ketegangan pecah di Tepi Barat tempat empat orang Palestina meninggal dunia akibat serangan Israel.

Amerika Serikat telah bekerja dengan Mesir mengenai satu rencana yang para diplomat katakan akan menciptakan gencatan senjata karena alasan kemanusiaan dalam konflik Israel-Hamas yang mematikan menjelang pembahasan isu-isu kunci.

Rencana itu ditekankan Menteri Luar Negeri AS John Kerry, yang bersama Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon di Kairo untuk mengadakan pembicaraan guna mengakhiri kekerasan yang merenggut jiwa 832 warga Palestina dan juga 36 orang di pihak Israel.

Kabinet Israel yang mengurusi keamanan bersidang membahas proposal gencatan senjata yang diserahkan kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu oleh Kerry, lapor media Israel seperti dikutip AFP.

Sementara itu Hamas mengaku telah menembakkan tiga roket ke bandar udara Ben Gurion di Tel Aviv. Seorang juru bicara membenarkan "dua roket berhasil ditembak jatuh di atas metropolitan Tel Aviv".

Klaim itu menimbulkan ketakutan baru setelah banyak maskapai penerbangan Eropa dan Amerika memulai kembali penerbangan ke bandara itu setelah penangguhan dua hari menyusul serangan roket dekat fasilitas tersebut.

Dalam satu pernyataan yang disiarkan kantornya, Ban menyerukan "gencatan senjata kemanusiaan segera tanpa syarat dalam pertempuran di Gaza dan Israel."

Di Gaza, jumlah korban meninggal naik menjadi 832 orang pada hari ke-18 konflik itu, dengan seorang anak berusia lima tahun termasuk di antara para korban meninggal yang diumumkan, bersama seorang juru bicara Jihad Islam, dan dua wanita, salah satu di antaranya sedang hamil.

Pada Kamis sedikitnya 15 orang terbunuh dalam gempuran yang dilakukan Israel atas satu sekolah yang dijadikan tempat penampungan PBB. Tempat itu menampung sekitar 100.000 warga Palestina yang meninggalkan rumah mereka untuk menyelamatkan diri dari perang.

(M016)


Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2014

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar