Rencana gencatan senjata Mesir "peluang nyata" akhiri konflik Gaza

Rencana gencatan senjata Mesir "peluang nyata" akhiri konflik Gaza

Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi. (ANTARA FOTO/REUTERS/The Egyptian Presidency/Handout via Reuters/ox/14.)

Kairo (ANTARA News) - Presiden Abdel Fattah al-Sisi mengatakan Sabtu satu rencana gencatan senjata Mesir memberikan "peluang nyata" untuk mengakhiri konflik Gaza, dengan menekankan perlunya bagi pelaksanaan cepat.

Satu perutusan Palestina diharapkan tiba di Kairo Sabtu untuk membahas gencatan senjata berjangka lama guna mengakhiri pertempuran, sehari setelah gencatan senjata sementara berakhir. Israel dan Hamas saling menyalahkan kegagalan gencatan senjata itu.

"Proposal Mesir merupakan peluang nyata untuk mencari solusi bagi krisis di Gaza dan untuk mengakhiri pertumpahan darah," kata Sisi dalam jumpa pers gabungan dengan Perdana Menteri Itali Matteo Renzi yang sedang mengunjungi Mesir.

"Waktu menentukan, kita harus ambil menfaatnya cepat untuk memadamkan api di Jalur (Gaza)... dan pertumpahan darah warga Palestina," kata Presiden Sisi.

Ketika perang Gaza paling akhir meletus bulan lalu, Mesir -- mediator tradisional dalam konflik-konflik seperti itu -- mengajukan proposal gencatan senjata, yang segera didukung oleh Israel, pemerintah-pemerintah Arab, Amerika Serikat, Perserikatan Bangsa-Bangsa tapi tak mendapat sokongan dari Hamas.

Hamas menuding Mesir berkoordinasi dengan Israel dan tak mengikutsertakan gerakan Palestina itu ketika menawarkan proposal gencatan senjata tersebut.

Sisi, yang tahun lalu menggulingkan Presiden Mohamed Moursi, telah melangkah lebih jauh mengisolasi Hamas, sekutu dekat Ikhwanul Muslimin, organisasi yang Moursi sebagai salah satu tokohnya.

Ikhwanul Muslimin telah mengalami aksi brutal yang dilakukan polisi Mesir sejak penggulingan Moursi.

Pada Sabtu Sisi tetap menyatakan bahwa proposal gencatan senjata Mesir itu dapat menjadi basis untuk melancarkan perundingan antara Israel dan Hamas.

"Sudah tiga kali terjadi pertumpahan darah warga Palestina," kata dia merujuk kepada konflik-konflik sebelumnya pada 2008 dan 2012.

"Kita hendaknya mengambil manfaat dari situasu yang sulit ini... dan kita memiliki peluang nyata untuk mengakhiri krisis saat ini dan membangun di atasnya solusi komprehensif atas masalah Palestina."

Renzi memberikan dukungannya bagi prakarsa Mesir itu dan menyeru pembebasan seorang serdadu Israel yang dikatakan ditangkap oleh Hamas.

"Saya ikut suara para menteri Eropa dalam himbauan bagi pembebasan serdadu Israel yang ditahan," kata Renzi.

Sayap bersenjata Hamas telah menyangkal mengetahui nasib serdadu Israel yang hilang itu.

Satu perutusan gabungan Palestina termasuk wakil-wakil Hamas dan Jihad Islam tiba di Kairo Sabtu malam untuk mengadakan pembicaraan bagi gencatan senjata berjangka lama, demikian AFP.

(M016/H-RN)

Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2014

Indonesia tentang AS soal permukiman Israel di Tepi Barat

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar