Pemprov diminta tangani kemarau secara intensif

Pemprov diminta tangani kemarau secara intensif

ilustrasi Sawah Kekeringan Gowa Petani melintas di sawahnya yang mengalami kekeringan di Persawahan Samata, Gowa, Sulsel. (ANTARA FOTO/Yusran Uccang)

Kemarau yang melanda hampir semua wilayah di Kalbar berdampak berkurangnya ketersediaan air bersih dan ancaman gagal panen,"
Pontianak (ANTARA News) - Staf Khusus Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Daniel Johan mengharapkan pemerintah daerah di Provinsi Kalimantan Barat mengambil langkah intensif untuk menangani kemarau yang melanda hampir seluruh wilayah di provinsi itu.

"Kemarau yang melanda hampir semua wilayah di Kalbar berdampak berkurangnya ketersediaan air bersih dan ancaman gagal panen. Pemerintah perlu melakukan penanganan intensif agar hak warga mendapatkan air bersih dan bahan pangan terjamin," kata Daniel Johan saat dihubungi dari Pontianak, Sabtu.

Menurut dia, air bersih dan pangan menyangkut kebutuhan hidup orang banyak.

Terkait hal itu, lanjut dia, penting bagi pemerintah provinsi (pemprov) dan pemerintah kabupaten (pemkab) untuk segera berkoordinasi dengan pusat, termasuk BNPB agar kemarau tidak selalu menimbulkan bencana besar bagi masyarakat.

Ia mendapatkan informasi kalau kondisi kemarau di Kalbar diperkirakan berlanjut hingga akhir Agustus.

Sementara ancaman kekeringan selalu terjadi setiap tahun di Kalbar sehingga dalam musrembang dan perencanaan anggaran, masalah penanggulangan kemarau termasuk menuntaskan program air bersih untuk seluruh desa di Kalbar menjadi fokus semua pihak.

Ia mengingatkan, kalau tidak ditangani dengan baik, bisa jadi ada daerah yang akan mengalami rawan pangan karena gagal panen.

"Belum lagi daerah yang selama ini sangat tergantung dengan transportasi sungai, ketika satu-satunya sarana distribusi logistik mereka kering maka akan sulit untuk mendapatkan bahan pangan," ujar Daniel yang juga Wasekjen DPP PKB itu.

Secara geografis, pria yang sudah menyambangi lebih dari 900 desa di Kalbar ini mengatakan, tidak sedikit daerah yang bergantung pada sarana transportasi sungai karena tidak ada akses jalan darat menuju pusat kota yang menjadi sentral distribusi kebutuhan pokok.

Kondisi tersebut diperburuk oleh turunnya harga komoditas seperti karet sehingga berdampak pada berkurangnya pendapatan masyarakat.

"Tentunya hal ini harus jadi perhatian serius semua pihak terutama instansi pemerintah sehingga program yang ada bisa diarahkan untuk menanggulangi dampak dari kemarau," kata Daniel yang juga terpilih sebagai calon DPR daerah pemilihan Kalbar itu.

(T011/Z002)

Pewarta: Teguh Imam Wibowo
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2014

Gunungkidul anggarkan Rp740 juta hadapi musim kemarau

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar