Mahasiswa UGM membuat timbangan bersuara untuk tunanetra

Yogyakarta (ANTARA News) - Kelompok mahasiswa Program Studi Elektronika dan Instrumentasi Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada membuat dan mengembangkan alat penimbang barang digital bersuara untuk tunanetra.

"Alat yang diberi nama rancang bangun timbangan suara untuk tunanetra atau Rama Shinta itu secara otomatis menghasilkan suara ketika berat barang telah terukur," kata ketua kelompok mahasiswa Ary Kusuma Ningsih di Yogyakarta, Senin.

Menurut dia, timbangan bersuara itu akan memudahkan penyandang tunanetra dalam berwirausaha. Selain itu juga untuk meminimalkan terjadinya praktik kecurangan saat bertransaksi jual beli.

"Umumnya para tunanetra merasa kesulitan dalam mendapat informasi yang akurat mengenai berat barang saat jual beli sehingga rawan terjadi penipuan karena keterbatasan mereka," katanya.

Ia mengatakan timbangan dilengkapi dengan mikrokontroller arduino uno, empat sensor load cell, buzzer, modul suara, dan speaker. Selain itu terdapat keypad dengan huruf braille.

"Selain menghasilkan suara, timbangan juga dilengkapi dengan dengan LCDGraphic 16x2 sehingga hasil pengukuran juga akan tampak pada layar," katanya.

Menurut dia, sistem mekanik dari timbangan itu berupa meja timbangan yang pada masing-masing kaki meja diletakkan sensor load cell. Meja timbangan ditutup rangka berbentuk balok dengan dimensi 55x40x21 cm.

"Sisi depan timbangan dirancang dengan kemiringan 45 derajat untuk penempatan LCD, keypad, dan tombol pilihan mode, sedangkan speaker ditempatkan di bagian belakang alat. Alat itu memakai power dari adaptor untuk bisa beroperasi," katanya.

Ia mengatakan timbangan yang dikembangkan itu memiliki kapasitas timbang hingga 30 kilogram. Namun dalam aplikasinya hanya dibatasi untuk mengukur hingga berat 10 kilogram.

"Sebenarnya kemampuan sensornya bisa sampai 30 kilogram, tetapi untuk aman dan keakuratannya dibatasi sampai 10 kilogram," katanya.

Menurut dia, Rama Shinta memiliki dua mode pengukuran berat. Pertama, untuk mengukur berat benda yang akan ditimbang dengan meletakkan barang di atas meja timbangan, dan hasil pengukuran akan tampak pada layar LCD dan menghasilkan suara.

Kedua, untuk mengukur berat benda sesuai dengan berat yang diinginkan pengguna. Untuk mode itu sebelumnya pengguna perlu mengatur berat beban yang diinginkan dengan memasukkan angka menggunakan keypad.

"Jika berat yang diinginkan telah terpenuhi maka timbangan akan mengeluarkan bunyi buzzer beep panjang. Jika berat yang diinginkan belum tercapai maka akan terdengar bunyi beep singkat," katanya.

Anggota kelompok mahasiswa itu adalah Arif Abdul Aziz, Laely Nurbaety, Luthfi Yahya, dan Dwitya Bagus Widyantara.

(B015/M008)

Pewarta: Bambang Sutopo Hadi
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2014

UGM bantu logistik pangan mahasiswa yang tak mudik

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar