Jakarta (ANTARA) - DPD II Partai Golkar Jakarta Selatan mengerahkan semua kader dan Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) untuk melakukan patroli penjagaan alat peraga kampanye (APK) pasangan calon Ridwan Kamil-Suswono (RIDO) yang belakangan masif terjadi perusakan.
Ketua DPD II Golkar Jakarta Selatan, Kreshna Putra di Jakarta, Rabu, mengatakan, pihaknya mengerahkan AMPG untuk melakukan patroli ke semua lokasi rawan perusakan alat peraga kampanye pasangan calon (paslon) RIDO di Jakarta Selatan.
"Kami sudah mulai menggerakkan kader dan AMPG Jaksel untuk melaksanakan Patroli Penjagaan APK RIDO di seluruh wilayah Jakarta Selatan," katanya.
Menurut dia, langkah yang dilakukan Golkar Jakarta Selatan (Jaksel) sebagai bentuk melaksanakan instruksi dari Ketua Tim Pemenangan RIDO Ahmad Riza Patria.
Baca juga: Kredit Mesra tanpa agunan bebaskan dari jeratan pinjol
Menurut dia, tindakan perusakan APK tidak beradab. Cara yang dilakukan tersebut sangat pengecut dan tidak "fair play" dalam kompetisi Pilkada Jakarta 2024.
"Saya sangat menyayangkan sikap ini, siapapun itu yang melakukan perusakan APK, itu sudah merusak demokrasi," kata Kreshna.
Secara teknis para kader akan dibagi tugas sesuai dengan wilayah masing-masing. Sampai menjelang pencoblosan, dipastikan pengawasan dilakukan hingga malam hari.
Baca juga: Didukung Gibran Center, Ridwan Kamil optimistis menang Pilkada Jakarta
Selain patroli memburu pelaku perusakan APK, pihaknya juga melakukan perbaikan terhadap APK yang sudah telanjur dirusak.
"Waktu kita tinggal satu minggu ini. Kesabaran sudah cukup bagi kita, saatnya kita lakukan tindakan kepada para pelaku," ujarnya.
Kendati demikian, Kreshna memastikan, para kader di Jakarta Selatan tetap tidak akan melakukan tindakan pembalasan perusakan APK.
"Kita tetap menjunjung aturan. Sampai masa tenang pencoblosan, kita akan menjaga dan melindungi diri kita," tegasnya.
Baca juga: Jamin harga kebutuhan pokok terjangkau, RIDO siapkan program SEMUR
Pewarta: Syaiful Hakim
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2024
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.