Subang (ANTARA) - Calon gubernur Jabar Dedi Mulyadi siap membangun Jawa Barat lebih istimewa bersama wakilnya Erwan Setiawan dengan bekal sudah terbangunnya hubungan emosional mereka yang terjalin sejak lama.
"Hubungan emosional yang terbangun sejak lama jadi modal kuat untuk mendermakan diri kepada rakyat," kata Dedi saat menerima kunjungan Erwan Setiawan di kediamannya, Lembur Pakuan, Kabupaten Subang, Jumat.
Erwan berkunjung ke rumah Dedi Mulyadi di Lembur Pakuan Subang dengan didampingi sang ayah, Umuh Muchtar yang merupakan Manajer Persib Bandung.
"Ini kunjungan keluarga, karena pak Haji Umuh itu sudah lama dekat dengan saya, sejak zaman Bupati Purwakarta. Jadi kita ini memiliki hubungan emosional yang kuat," kata dia.
Dedi mengatakan, dipilihnya Erwan sebagai wakil juga tak lepas dari hubungan emosional tersebut. Jadi dengan modal emosional yang kuat, ia yakin ke depan hubungan antara gubernur dan wakilnya akan terus harmonis.
"Seringkali di perjalanan itu ada konflik kepentingan politik. Sehingga tadi kita bicara bahwa hubungan kita, itu hubungan emosional. Pak Haji Umuh juga bilang tidak ada kepentingan apapun kecuali membangun untuk rakyat Jabar," katanya.
Sementara itu Cawagub Jabar, Erwan juga mengaku akan terus bersinergi dengan Dedi Mulyadi untuk bersama-sama membangun Jawa Barat.
Sebagai wakil, Erwan mengaku sudah tahu batasan kewenangan yang nantinya dijalankan setelah dilantik.
Pada Pilgub Jabar, pasangan Dedi-Erwan dinyatakan menang sesuai dengan hitung cepat Lembaga Survei Indikator dengan raihan 61,16 persen serta hitung cepat LSI Denny JA dengan perolehan 62,19 persen.
Baca juga: Dedi Mulyadi bertani usai dinyatakan menang Pilgub versi hitung cepat
Baca juga: Harta kekayaan Cagub Jawa Barat, Dedi Mulyadi menurut LHKPN
Baca juga: Pasangan Dedi-Erwan yakin hasil resmi tak jauh dengan hitung cepat
Baca juga: Catatan harta kekayaan Cawagub Jabar, Erwan Setiawan menurut LHKPN
Pewarta: M.Ali Khumaini
Editor: Guido Merung
Copyright © ANTARA 2024
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.