counter

PT LEN peroleh kontrak ekspor perangkat lunak kapal perang

PT LEN peroleh kontrak ekspor perangkat lunak kapal perang

KRI Slamet Riyadi-352, fregat kelas van Speijk TNI AL, dalam satu misi pelayaran. Kapal perang besutan Belanda pada dasawarsa '70-an itu tetap operasional dalam daftar arsenal TNI AL. (wikipedia)

... untuk CMS kapal fregat, ini langkah strategis, karena masih banyak kapal yang perlu sistem itu... "
Bandung (ANTARA News) - PT Len Industri (Persero) mendapat kontrak ekspor perangkat keras kapal perang jenis perusak kawal rudal (PKR) atau fregat untuk kedua kalinya dengan bekerja sama dengan perusahaan multinasional, Thales Belanda.

"Proyek ini memberi warna baru dalam bisnis LEN, menjual jam kerja yang akan memberikan persentase keuntungan signifikan sekaligus strategis dalam pengembangan teknologi industri pertahanan," kata Direktur Utama PT Len Industri, Abraham Mosse, seusai penandatanganan dengan Thales Netherlands, di Bandung, Selasa.

Penandatanganan kontrak oleh Mosse dengan CEO Thales Netherlands, Gerben Edelijn, disaksikan anggota Komite Kebijakan Industri Pertahanan, Marsekal Madya TNI (Purnawirawan) Eries Heryanto.

Menurut Mosse, penandatanganan kerja sama itu untuk lebih memperkuat kerja sama di bidang Naval Combat Management System (CMS) dan Combat Sistem Integration (CSI) masa depan khususnya program perusak kawal rudal atau fregat.

"Kerja sama ini untuk perangkat CMS di kapal fregat. Pemerintah membeli dua kapal jenis itu dimana PT Len dan Thales menggarap perangkat CMS yang mengintegrasikan sistem komunikasi di kapal itu," katanya.

Pengadaan kapal perang itu dilakukan pemerintah bekerja sama dengan galangan kapal Belanda, Damen Schelde Nabal Shipbuilding, serta Thales Netherlands sebagai pemimpin di subsektor sensor integrator, weapon and command (Sewaco).

Khusus untuk kontrak kerjasama kedua, kata Mosse, berisi pengembangan perangkat lunak sting EO Tracker, Mass Decoy Launcher, dan VL-MICA Surface-to-Air Missile.

Sementara itu Kepala Bidang Industri Pertahanan PT LEN, Nurman, menyebutkan, proyek ini sangat strategis karena memungkinkan pengembangan sistem ICT dan komunikasi arsenal lain.

"Khusus untuk CMS kapal fregat, ini langkah strategis, karena masih banyak kapal yang perlu sistem itu. Khusus untuk proyek kerja sama ini total nilainya mencapai 2 juta euro," kata Nurman.

Saat ini, menurut dia, PT LEN menjadi satu-satunya perusahaan di dalam negeri yang telah berhasil membuat CMS dan telah memasangnya di tiga fregat kelas Van Speijk TNI AL, KRI Yos Sudarso-353, KRI Oswald Siahaan-354 dan KRI Abdul Halim Perdanakusuma-354.

Sementara itu CEO Thales Netherland, Gerben Edelijn, menyebutkan pihaknya akan memanfaatkan kerja sama dengan Len sebagai bagian kerja sama jangka panjang dan untuk menggarap sejumlah proyek lainnya di Indonesia.

"Thales memiliki pengalaman di sektor software industri pertahanan, dan Len merupakan perusahaan kompeten di Indonesia dan menjadi mitra strategis ke depan," kata Edelijn.

Pewarta: Syarif Abdullah
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2014

Lanal Banten kenalkan KRI Halasan 630 buatan dalam negeri

Komentar