Blora (ANTARA) - Sambal pecel yang merupakan olahan dari cabai, kacang tanah, dan gula merah serta beberapa rempah-rempah hasil produksi pelaku UMKM dari Kelurahan Bankle, Kecamatan Blora, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, laku terjual hingga luar Jawa.

"Di antaranya, merambah pasar Nusa Tenggara Barat, selain juga dipasarkan ke daerah lokal Blora kemudian Jakarta, Surabaya, Bandung, Bogor, dan Salatiga," kata Ujianto, produsen sambal pecel merek "Sargur" asal Kelurahan Bangkle, Kabupaten Blora, Minggu.

Untuk pemasaran lokal, kata dia, menyasar pasar tradisional, seperti Pasar Badong, Pasar Genen, Pasar Lambang, Pasar Sido Makmur Blora, Pasar Jepon, dan beberapa pelanggan dari pedagang sayur keliling.

Kebutuhan bahan baku cabainya, imbuh dia, mencapai 210 kilogram per bulan, sedangkan kacang tanah, gula merah, kencur, daun jeruk, bawang putih dan bumbu-bumbu lainnya juga menyesuaikan kapasitas produksinya.

Sementara omzet penjualannya, kata dia, setiap harinya berkisar Rp1,5 juta hingga Rp2 juta.

Untuk memenuhi permintaan pasar, dirinya mampu memproduksi sambal pecel hingga 45 kilogram yang dikemas menjadi ukuran 250 gram dengan mempekerjakan lima orang. Sedangkan harga jual untuk setiap kemasan sebesar Rp9.000, sedangkan untuk kemasan besar dijual dengan harga Rp100.000.

Guna menarik minat pembeli, produk sambal pecel hasil produksinya juga sudah mengantongi izin usaha dan berlabel halal yang pengurusannya difasilitasi Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, Jawa Timur.

"Sambal pecel buatan saya juga bisa bertahan antara 3-6 bulan. Produk kami juga pernah dicek petugas dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Semarang sebagai komitmen menciptakan produk bermutu yang aman dikonsumsi," ujarnya.

Baca juga: Resep dan cara membuat sambal pecel khas Madiun

Baca juga: Sama-sama pakai sambal kacang, apa perbedaan karedok dan pecel?

Baca juga: PKK Kota Madiun lakukan inovasi pembuatan kuliner permen sambal pecel

Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2024

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.