Jakarta (ANTARA News) - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Nurhayati Ali Assegaf, mengingatkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akan buku putih milik PDIP yang menyatakan bahwa adanya alternatif lain yang bisa dilakukan Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono agar tidak menaikkan bahan bakar minyak (BBM).

"Kita tidak mengatakan menolak, kita serahkan kepada pemerintahan yang akan datang. Tapi kami cuma mengingatkan kenapa tidak menerapkankan buku putih milik PDIP saat menolak kenaikan BBM pada pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono," kata Nurhayati Ali Assegaf, di Jakarta, Kamis.

Kata Ketua Fraksi Partai Demokrat itu, PDIP selalu menyatakan kenaikan harga BBM saat SBY memerintah tidak perlu dilakukan.

"Nah alternatif-alternatif sebagaimana yang ada dalam buku putih itu sebaiknya dilaksanakan saja oleh PDIP supaya tidak merugikan rakyat. Kami tidak menolak, tapi kami hanya mengingatkan saja," kata Nurhayati. 

Masih terkenang olehnya, ketika pemerintahan SBY berencana menaikkan BBM, selalu ditentang oleh PDIP. 

"Demo di mana-mana, siapa yang memimpin, kita tahulah. Sekarang kembalikan saja, rakyat sudah menaruh kepercayaan pada PDIP karena yakin PDIP tidak akan menaikkan BBM karena punya alternatif. Silahkan dijalankan karena sudah dapat mandat dari rakyat," pungkas Nurhayati.

Hal yang sama disampaikan oleh Wakil Ketua DPR RI, Sohibul Iman, terkait rencana kenaikan BBM yang akan dilakukan oleh pemerintahan baru nanti.

"Kita sejalan dengan PDIP yang menolak kenaikan harga BBM. Kita juga ingatkan PDIP akan buku putih yang mereka terbitkan," ungkap Sohibul. 
(Zul)

Pewarta: Zul Sikumbang
Editor: Ella Syafputri
Copyright © ANTARA 2014