counter

Anggota DPRD Kutai Timur akan gunakan pin emas 5 gram

Anggota DPRD Kutai Timur akan gunakan pin emas 5 gram

Pelantikan DPRD Bali Sejumlah anggota DPRD Provinsi Bali periode 2014-2019 mengucapkan sumpah saat pelantikan di Denpasar, Senin (1/9). Dari 55 alokasi kursi di DPRD Bali, 23 di antaranya diisi oleh anggota baru dari berbagai partai politik, sedangkan 32 anggota lainnya merupakan anggota DPRD Bali periode 2009-2014 yang kembali terpilih. (ANTARA FOTO/Wira Suryantala/nym/Asf/nz/14) ()

Sangatta (ANTARA News) - Sebanyak 40 anggota DPRD Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur periode 2014-2019 akan menggunakan pin emas 24 karat masing-masing seberat 5 gram atau berjumlah total seberat 240 gram dengan nilai anggaran sebesar Rp120 juta.

Menurut Sekretaris Dewan (Sekwan) Areif Yulianto di ruang kerjanya, Senin, setiap anggota dewan gunakan emas 24 karat dengan harga sebesar Rp3 juta per pin.

"Setiap anggota Dewan menggunakan pin emas 24 karat dengan berat 6 gram seharga sebesar Rp3 juta, satu gram emas 24 karat harganya Rp500 ribu," kata Arief Yulianto, .

Menurut Sekwan, sampai saat ini, 40 anggota dewan yang baru dilantik 14 Agustus lalu belum memiliki pin. Hal itu karena belum memiliki acuan petunjuk apakah pin termasuk barang habis pakai atau inventaris.

"Setelah saya konsultasi ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dikatakan bahwa jika pin nilainya di bawah Rp250 ribu termasuk barang habis pakai, tapi kalau di atas Rp250 ribu adalah barang inventaris atau aset daerah," katanya.

Karena nilai pin di atas Rp250 ribu atau mencapai Rp120 juta, maka hal itu termasuk sebagai barang inventaris atau aset daerah.

"Jadi pin termasuk barang aset daerah. Kalau habis masa jabatannya 2019 pin itu harus dikembalikan," kata Sekwan.

Hanya saja, kata Sekwan, anggaran untuk membuat pin belum ada. "Kami sudah usulkan di dalam APBD-P 2014 tapi tidak diakomodir, sehingga tergantung pihak ketiga kalau mau mengerjakan duluan bisa," katanya.

(KR-ADI/S023)

Pewarta: Adi Sagaria
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2014

Tiga polisi mengaku lepaskan tembakan

Komentar