Jakarta (ANTARA) - Praktisi kesehatan dr. Freddy Dinata mengatakan implementasi konsep pengurangan risiko dengan beralih menggunakan produk tembakau alternatif bisa menjadi langkah yang lebih efektif bagi perokok dewasa yang belum siap berhenti merokok secara langsung.

"Pengurangan risiko itu sendiri adalah lebih kepada mengurangi efek dari suatu hal yang memang berbahaya. Maka dari itu kita perlu menerima penjelasan lebih detil mengenai risiko dan apa yang bisa dilakukan. Apakah perlu substitusi," kata Freddy Dinata, dalam keterangan, di Jakarta, Rabu.

Konsep pengurangan risiko merupakan upaya untuk mengurangi efek dari kebiasaan yang berbahaya bagi kesehatan.

Dia mengatakan bahwa bagi banyak perokok, menghentikan kebiasaan merokok secara tiba-tiba bukan hanya sulit, tetapi juga dapat memicu withdrawal symptoms atau efek putus zat, seperti kecemasan dan keinginan yang kuat untuk kembali merokok.

Hal ini menjadi penghalang yang besar bagi upaya berhenti merokok secara langsung.

Dikatakannya, produk tembakau alternatif seperti rokok elektronik, produk tembakau yang dipanaskan, maupun kantong nikotin, telah terbukti secara kajian ilmiah dari dalam dan luar negeri, memiliki profil risiko yang lebih rendah dibandingkan dengan rokok konvensional.

"Dengan demikian, produk-produk tersebut dapat menjadi alternatif untuk mengurangi kebiasaan merokok," kata dr Freddy.

Namun demikian, rendahnya tingkat edukasi mengenai konsep pengurangan risiko melalui pemanfaatan produk tembakau alternatif masih menjadi tantangan.

Pihaknya menilai perlu ada kerja sama yang intensif diantara para pemangku kepentingan terkait untuk mengedukasi masyarakat terutama perokok dewasa bahwa ada opsi untuk mengurangi kebiasaan merokok.

Baca juga: Produk tembakau alternatif perlihatkan kerusakan gigi menurun

Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2024

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.