counter

Sekjen PBB sambut gencatan senjata di Ukraina

Sekjen PBB sambut gencatan senjata di Ukraina

Sebuah pesawat yang hangus terbakar terlihat di bandara Luhansk yang hancur di Ukraina timur, Minggu (14/9). Menteri Pertahanan Ukraina mengatakan negara-negara NATO akan mengirimkan senjata ke negaranya untuk melawan separatis pro-Rusia dan "menghentikan" Presiden Rusia Vladimir Putin. (REUTERS/Marko Djurica )

PBB (ANTARA News) - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa Ban Ki-moon menyambut baik gencatan senjata di Ukraina, namun menggarisbawahi bahwa situasi di Ukraina dan sekitarnya hendaknya tetap stabil.

"Saya mendorong bahwa gencatan senjata ini sebagian besar didasarkan pada protokol Minsk, meskipun dari waktu ke waktu kita melihat kekerasan terjadi," katanya seperti dikutip RIA Novosti.

Ban mengatakan, ia telah berbicara dengan Presiden Poroshenko dan pemimpin lainnya, dan "mereka harus terus melakukan konsultasi dan dialog, antara Ukraina dan Rusia. Ada banyak dukungan dari semua pelaku untuk perdamaian dan keamanan serta gencatan senjata."

Ban pun menyerukan bahwa dibutuhkan kemauan politik dari rakyat Ukraina sehingga gencata bisa sinambung dan tahan lama.

Beralih ke pekerjaan PBB, Ban mengatakan bahwa PBB sejak awal telah berusaha untuk memberikan bantuan kemanusiaan dan pemantauan hak asasi manusia.

"Saya telah melakukan sendiri peran kantor yang baik, bahkan pekan lalu saya telah berbicara dengan Presiden Poroshenko," katanya.

"Tidak ada solusi militer", kata Ban Ki-moon, dan menyerukan "dialog politik untuk solusi politik."

Pemimpin PBB "mendesak para pemimpin di kawasan itu untuk melanjutkan dialog tersebut," katanya.

Pada 5 September Kelompok Kontak Ukraina, yang terdiri dari wakil-wakil dari Ukraina, Rusia dan Organisasi untuk Keamanan dan Kerja sama di Eropa (OSCE), mengadakan pertemuan di Minsk, yang menghasilkan perjanjian gencatan senjata antara Kiev dan pendukung kemerdekaan di Ukraina timur.

(Uu.H-AK)

Sekjen PBB Dukung Pemerintahan Selanjutnya

Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2014

Komentar