Di bawah masa bakti Dubes Penny, berbagai inisiatif kerja sama kedua negara terbentuk dan terhubung, seperti Prospera dan KATALIS

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto menerima kunjungan dari Duta Besar Australia untuk Republik Indonesia Penny Williams guna membahas peningkatan kerja sama ekonomi kedua negara.

Kunjungan Dubes Penny ke Kantor Kemenko Perekonomian Jakarta tersebut juga menjadi kunjungan menjelang akhir masa baktinya sebagai Dubes Australia untuk Indonesia.

“Kerja sama kuat antara Indonesia dan Australia sudah terjalin lama, dengan kedua negara merayakan 75 tahun hubungan diplomatik pada 2024. Di bawah masa bakti Dubes Penny, berbagai inisiatif kerja sama antara kedua negara terbentuk dan terhubung, seperti Prospera dan KATALIS,” kata Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Airlangga menjelaskan program-program tersebut telah mendukung keberlanjutan dan memperkuat hubungan bilateral, serta menunjukkan bagaimana kedua negara dapat bekerja sama untuk mendorong inklusivitas pertumbuhan ekonomi.

Dubes Penny menyampaikan bahwa tahun ini akan menjadi penting bagi dunia dan juga bagi kedua negara. Indonesia saat ini tengah menjalankan pemerintahannya yang baru, dan Australia akan menyelenggarakan pemilu dalam waktu dekat.

“Pemilu Federal Australia dijadwalkan akan berlangsung pada Mei 2025,” ujar Dubes Penny.

Pertemuan juga membahas peningkatan perdagangan kedua negara, terkait peningkatan sistem perdagangan dan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Australia guna mendukung perdagangan yang berimbang dan saling menguntungkan.

Selama beberapa tahun terakhir, Australia telah memberikan dukungan berharga ketika Indonesia menjadi tuan rumah berbagai forum ekonomi internasional penting, seperti G20 pada 2022, ASEAN pada 2023, dan IPEF pada 2023.

Pada akhir pertemuan, Menko Airlangga menyampaikan terima kasih atas upaya berkelanjutan dari Dubes Penny dalam menjembatani dan memperkuat hubungan kedua negara.

Ia menilai Australia telah menjadi mitra strategis bagi Indonesia, tidak hanya di bidang perdagangan dan investasi, namun juga bidang lainnya seperti pendidikan.

“Kami berharap hubungan kerja sama yang sudah ada antara Indonesia dengan Australia dapat terus berlanjut dan diperkuat,” pungkas Airlangga.

Baca juga: Menko Airlangga temui Menkeu Hong Kong bahas pengembangan rantai pasok

Baca juga: Pemerintah catat KEK serap investasi Rp82,6 triliun sepanjang 2024

Baca juga: Airlangga menilai inflasi tahunan RI 1,57 persen masih terkendali

Baca juga: Program belanja murah akhir 2024 bukukan transaksi Rp71,5 triliun

Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2025