Pengusaha Mesir minati kerajinan rumah bambu Bandung

Pengusaha Mesir minati kerajinan rumah bambu Bandung

Ilustrasi - Salah satu contoh panel lantai (parket) bambu yang sudah distandardisasi dan dikarbonisasi buatan Indonesia untuk konsumsi ekspor. Material penyusun bangunan dari bambu Indonesia sangat diminati negara-negara Eropa Barat dan juga perlu lebih dipromosikan di pasar dalam negeri. (blogspot.com)

Kerajinan-kerajinan dari usaha hijau ini yang dicari pasar, sehingga perajin harus meningkatkan kualitas dan kuantitas produk untuk memenuhi permintaan pasar yang tinggi.
Jakarta (ANTARA News) - Pengusaha Mesir meminati kerajinan rumah bambu Bandung Provinsi Jawa Barat, karena unik dan berbahan baku bambu berkualitas.

"Saat ini, sekitar 150 unit kerajinan rumah berbahan baku bambu akan dikirim ke Mesir," kata Direktur Mutigo Indonesia, Fatmi Woro Dwimartanti, di Jakarta, Senin.

Selain pengusha Mesir, kata dia, permintaan rumah bambu dan berbagai kerajinan dari bambu ini seperti keranjang, kursi, dan lainnya juga datang dari pengusaha Kroasia.

"Pengiriman kerangka dan rangkaian bangunan rumah bambu tersebut menggunakan kontainer melalui angkutan laut," ujarnya.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga mengirimkan perajin ke negara tujuan ekspor tersebut untuk merangkai kerangka rumah bambu yang telah dibentuk di tempat-tempat kerajinan bambu Bandung.

"Ini salah satu pelayanan kita kepada pembeli, agar mereka puas dan terus meminati hasil kerajinan industri kecil menengah (IKM) ini," ujarnya.

Menurut dia, minat pasar internasional terhadap kerajinan ini cukup tinggi, karena diolah secara tradisional dan memiliki nilai seni yang tinggi.

Ia mengatakan, berbagai kerajinan tradisional ini, menekankan pada kesinambungan perajin menjalankan usaha hijau, atau produk yang dibuat dengan memperhatikan aspek-aspek lingkungan dan sosial sehingga produk yang dihasilkan tidak sekadar memenuhi standar fungsi dan estetika.

"Kerajinan-kerajinan dari usaha hijau ini yang dicari pasar, sehingga perajin harus meningkatkan kualitas dan kuantitas produk untuk memenuhi permintaan pasar yang tinggi," ujarnya.

Mutigo Indonesia ini sebagai wadah petani dan pelaku UMKM untuk memasarkan hasil pertaniannya dan produk kerajinan di pasar internasional. Organisasi berstandar internasional ini yang berkantor di Belgia akan memfasilitasi, mencarikan pasar produk dan membantu petani dan UMKM untuk melakukan ekspor produk.

"Petani dan pelaku UMKM tidak perlu lagi memikirkan bagaimana memasarkan produk di pasar internasional, tetapi mereka cukup memikirkan meningkatkan produksi dan kualitas untuk memenuhi permintaan pasar internasional," ujarnya. 

(SDP-65)

Pewarta: Aprionis
Editor: Ella Syafputri
COPYRIGHT © ANTARA 2014

Merangkai bambu bekas menjadi kincir air yang menarik

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar