Gerakan tanam mangrove untuk antisipasi abrasi

Gerakan tanam mangrove untuk antisipasi abrasi

ilustrasi Pembersihan Sampah Di Hutan mangrove Dua petani tambak melakukan pembersihan bibit tanaman mangrove dari sampah, di Pantai Timur Surabaya (Pamurbaya) kawasan Wonorejo Rungkut Surabaya. (ANTARA FOTO/Eric Ireng)

Setiap tahun kami konsisten melaksanakan program menanam pohon, baik itu pohon pelindungan maupun pohon mangrove pencegah abrasi,"
Pekanbaru (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Bengkalis, Riau, menggencarkan program penanaman pohon, khususnya jenis mangrove (bakau) di sepanjang pantai untuk mengantisipasi gerusan abrasi.

"Setiap tahun kami konsisten melaksanakan program menanam pohon, baik itu pohon pelindungan maupun pohon mangrove pencegah abrasi," kata Bupati Herliyan Saleh lewat pesan elektronik yang diterima, Selasa malam.

Ia mengatakan kegiatan berbagai program penghijauan itu adalah upaya membudayakan masyarakat untuk melestarikan lingkungan hidup agar tetap asri.

Untuk program penanaman pohon mangrove, lanjut dia, dilaksanakan di kawasan pesisir pantai yang mengalami abrasi sangat parah yang melibatkan masyarakat setempat.

"Di Bengkalis yang kebetulan daerah pesisir, terdiri dari pulau-pulau kecil, sangat rentan terjadi abrasi yang terus mengikis daratan tepi pantai. Maka upaya baik mengatasinya adalah dengan penanaman mangrove secara terus menerus," katanya.

Setelah dilakukan penanaman, demikian Herliyan, tentu juga harus ada upaya perawatan agar mangrove dapat tubuh dengan subur dan dipastikan mampu menangkal terjangan ombak tepi pantai.

"Khusus program penanaman mangrove, sejauh ini respon masyarakat sangat tinggi. Masyarakat setempat sangat berterima kasih dengan program ini. Insyaallah dalam jangka panjang, masalah abrasi pantai sedikit demi sedikit dapat teratasi," kata Herliyan.

Herliyan Saleh pada Senin malam (13/10) juga turut menghadiri acara Refleksi dan Apresiasi Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup 2009-2014 di Hotel Bidakara, Jakarta, yang dihadiri Ibu Negara, Ani Yudoyono dan isteri Wakil Presiden RI, Herawati Budiono.

Dia mengatakan kegiatan itu dinilai sangat tepat untuk memotivasi kepala daerah, individu, kelompok masyarakat, dan perusahaan untuk terus meningkatkan upaya-upaya pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup.

"Memang pengelolaan lingkungan hidup yang baik merupakan sebuah kewajiban dan tanggungjawab bersama. Di antaranya, upaya untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan asri, meningkatkan kesadaran masyarakat dan stakeholder dalam menjaga lingkungan hidup," katanya.

(KR-FZR/F002)

Pewarta: Fazar Muhardi
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2014

Aksi reboisasi selamatkan 30 ribu hektar lahan kritis di Pekalongan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar