Rahayu Saraswati ambil bagian dalam film Gunung Emas Almayer

Rahayu Saraswati ambil bagian dalam film Gunung Emas Almayer

Rahayu Saraswati, pemeran Taminah di film 'Gunung Emas Almayer' saat konferensi pers di Jakarta, Rabu, (29/10). (ANTARA News/Okta Antikasari)

Jakarta (ANTARA News) - Setelah sukses berperan sebagai Senja dalam film 'Merah Putih', Rahayu Saraswati kembali tampil di layar lebar terbarunya, "Gunung Emas Almayer".

Film yang diadaptasi dari novel klasik Joseph Conrad tahun 1895 yang berjudul "Almayers Folly" ini bercerita tentang seorang pedagang asal Belanda yang terobsesi menemukan gunung emas.

Film ini berlatar belakang budaya Melayu di akhir abad 19.

"Menjalani proses yang objektif, detail, dan panjang dalam casting yang dilakukan oleh U Wei sebagai director, sangat menantang saya bermain total dalam film ini," kata Rahayu Saraswati yang berperan sebagai Tamiah di Jakarta, Rabu, (29/10).

"Saat itu audisi lewat youtube untuk peran Nina dan Taminah. Setelah selesai filming 'Merah Putih' langsung ke sana untuk reading dan dipilih mewakili Indonesia," katanya lagi.

Almayer adalah seorang arkeolog dan penjual Belanda yang mati-matian bertahan hidup di Malaka pada masa kolonial.

Dia mengirimkan anak perempuannya, Nina, bersekolah di Singapura untuk mendapat pendidikan barat.

Sepuluh tahun kemudian, ketika Nina kembali, dia mendapati bisnis dan keluarganya dalam kehancuran akibat obsesi sang ayah.

Pembuatan film ini diambil di tiga lokasi di Malaysia seperti Kuala Lipis, Kenong Park, dan Pekan.

Menurut Sam Siregar dari Media Desa Indonesia sebanyak seribu orang terlibat dalam pembuatan film ini.

"Total crew kira-kira seribu orang," ujarnya. "Tim kreatifnya dari berbagai negara mislanya director dan costume designer dari Malaysia, sinemafotografer dan komposer Polandia, production designer Australia."

Film Gunung Emas Almayer ini diproduksi kerja sama antara rumah produksi Tanah Licin Malaysia dan Media Desa Indonesia.

Film ini akan diputar di seluruh bioskop di Indonesia pada 6 November 2014.

Pewarta: Okta Antikasari
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2014

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar