counter

Menag gembira STP Agustinus Pontianak berubah status

Menag gembira STP Agustinus Pontianak berubah status

Menag Lukman Hakim Saifuddin (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Lembaga pendidikan merupakan tanggung jawab negara untuk masyarakat agar menjadi tali kesinambungan yang kokoh dalam membina dan membangun pendidikan yang baik,"
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyambut gembira keinginan Sekolah Tinggi Pastoral (STP) St Agustinus Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), untuk melakukan perubahan atau alih status menjadi Sekolah Tinggi Agama Katolik (STAKat) Negeri Pontianak.

"Pertemuan itu merupakan suatu kehormatan bagi saya," kata Menteri Agama yang akrab disapa LHS itu saat menerima rombongan Keuskupan STP dari Pontianak, Kalbar, di Kantor Kemenag, Jakarta, Selasa. Menag didampingi Sekjen Kemenag Nur Syam.

Ia merasa mendapatkan kehormatan, karena bisa menjamu rombongan Keuskupan Agung dari Kalbar, apalagi pertemuan ini merupakan salah satu langkah mulia untuk memberikan perhatian kepada lembaga-lembaga pendidikan keagamaan, khususnya pendidikan Agama Katolik.

"Lembaga pendidikan merupakan tanggung jawab negara untuk masyarakat agar menjadi tali kesinambungan yang kokoh dalam membina dan membangun pendidikan yang baik," katanya.

Lembaga pendidikan mempunyai posisi strategis dalam membangun bangsa. Untuk itu, ia mendukung keinginan Keuskupan untuk "me-negeri-kan" STP.

"Karena ini merupakan pelayanan negara untuk kesinambungan pendidikan agar menjadi lebih maju dan lebihh baik ke depan," ujarnya sembari mengungkap harapannya agar penegerian ini dapat memberi kebaikan masyarakat sekitar.

Baginya, kebaikan itu tidak hanya pemahaman, tetapi juga pengalaman keagamaan dan penguasaan keilmuan di masyarakat menjadi meningkat, agar setara dengan bangsa-bangsa lain.

Sebelumnya, Ketua STP St Agustinus Pontianak Andreas Muhrotein menjelaskan pada awalnya di Kalimantan Barat belum ada sekolah yang mempersiapkan lulusannya menjadi guru agama Katolik dan tenaga pastoral awam. Padahal, umat Katolik Kalimantan Barat tersebar, dan sebagian besar tinggal di pedalaman.

Sampai saat ini, STP St Agustinus Pontianak sudah empat kali mewisuda sarjana calon guru agama Katolik. STP St Agustinus memiliki program pendidikan S1 Kateketik Pastoral dan program S2 Teologi Katolik. Saat ini, Kalimantan Barat sendiri masih kekurangan guru sebanyak 1.000 lebih untuk jenjang SD hingga SMA.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Ditjen Bimas Katolik Agustinus Tungga Gempa, Uskup Emeritus Keuskupan Agung Pontianak Mgr. Dr Hyronimus Bumbun, Anggota DPR RI Michael Jeno, Anggota DPRD Prov Kalbar Martinus Sudarno, dan beberapa staf Ditjen Bimas Katolik.

Pewarta: Edy Supriatna Sjafei
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2014

Menag: UU Pesantren bukti eksistensi pesantren

Komentar