Jepang tak keluhkan tuntutan buruh Indonesia

Jepang tak keluhkan tuntutan buruh Indonesia

ilustrasi Peduli Disabilitas Maemunah (kiri), seorang penyandang disabilitas anak asuh Yayasan Maria Monique Lastwish memberikan batik karyanya kepada Wakil Duta Besar Jepang bidang Penerangan dan Kebudayaan Yusuke Shindo di Kedubes Jepang Jakarta, Selasa (15/4). (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A) ()

Sejauh ini, saya tidak mendengar adanya kekhawatiran kalangan pengusaha Jepang dan kami tidak mengintervensi soal-soal yang terkait dengan hubungan industrial,"
Jakarta (ANTARA News) - Wakil Duta Besar Jepang untuk Indonesia Yusuke Shindo mengatakan dia belum mendengar adanya keluhan pengusaha asal negaranya terkait dengan tuntutan kenaikan upah minimum provinsi yang disuarakan para pekerja lewat demonstrasi di Jakarta.

"Sejauh ini, saya tidak mendengar adanya kekhawatiran kalangan pengusaha Jepang dan kami tidak mengintervensi soal-soal yang terkait dengan hubungan industrial," katanya di Jakarta, Kamis.

Sebaliknya, Kedutaan Besar Jepang di Indonesia menyerahkan solusi atas tuntutan kenaikan gaji dan perbaikan kesejahteraan karyawan pada hasil perundingan antara manajemen dan pekerja, katanya menanggapi dampak demonstrasi buruh terhadap investasi negaranya di Indonesia.

Namun demikian, Shindo berharap aksi-aksi unjuk rasa pekerja itu tetap terkendali dan berlangsung secara damai sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran kalangan pengusaha dan warga negara Jepang yang tinggal di Indonesia.

Jika demonstrasi buruh berlangsung secara tidak terkendali, situasi itu tidak hanya mengkhawatirkan pihaknya dan kalangan pengusaha tetapi juga warga negara Jepang yang tinggal di Indonesia, katanya.

Pandangan senada juga disampaikan Ketua Komite Pengarah Klub Jepang Jakarta (JJC) Taro Takada. Menurut pengurus organisasi yang bekerja di Toyota Indonesia ini, pihaknya tidak menentang perundingan tentang kenaikan upah minimum provinsi.

"Tapi jangan hanya mempertimbangkan masalah kenaikan upahnya semata tetapi juga kenaikan produktivitas kerja," katanya.

Menurut dia, kalangan pengusaha Jepang, khususnya yang bergerak di bidang otomotif dan manufaktur, sudah lama hadir di Indonesia dan lebih berpengalaman dalam menghadapi kondisi negeri ini.

Taro Takada juga mengingatkan perlunya sikap bijak dan saling memahami antarpara pihak yang menangani masalah ini serta menggarisbawahi pentingnya basis data yang aktual dan terbaru tentang pekerja.

Yusuke Shindo dan Taro Takada sebelumnya menyampaikan pandangan mereka hubungan Jepang dan Indonesia di bawah Pemerintahan Presiden Joko Widodo dengan para wartawan Antara.

Shindo berharap hubungan kedua negara dan bangsa yang sudah dibangun sejak 1958 itu semakin maju dan kuat di era pemerintahan baru, termasuk kerja sama di bidang maritim.

"Kami yakin kita bisa bekerja sama dalam banyak hal termasuk di bidang maritim karena kami (Jepang-red) bangsa maritim. Kami berharap bisa membangun kerja sama di bidang perikanan, infrastruktur dan keamanan maritim dengan Indonesia," katanya.

Jepang tidak hanya merupakan mitra dagang yang penting bagi Indonesia tetapi juga tercatat sebagai investor terbesar tahun 2013.

Pewarta: Rahmad Nasution
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2014

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar