Lombok Tengah (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan kegiatan belajar mengajar siswa TK, SD, dan SMP diliburkan saat puncak tradisi Bau Nyale (menangkap cacing laut) di Pantai Seger, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

"Pada puncak Bau Nyale, Rabu (19/2), siswa diliburkan khusus, mereka libur sekolah sehari saja," kata Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Tengah Lalu Moh Hilim di Lombok Tengah, Selasa.

Ia mengatakan libur sekolah saat tradisi Bau Nyale itu telah ditetapkan dalam kalender pendidikan. Hanya saja untuk waktu libur sekolah disesuaikan dengan hasil sangkep warige (musyawarah penentuan puncak Bau Nyale).

Oleh karena itu, berdasarkan kalender pendidikan tersebut dibuat surat edaran agar semua sekolah di Lombok Tengah meliburkan siswa.

"Siswa yang diliburkan ini mulai dari TK, SD, dan SMP yang menjadi kewenangan kabupaten dan untuk siswa SMA tergantung dari Dinas Pendidikan provinsi," katanya.

Baca juga: Ritual Sangkep Warige Bau Nyale digelar 14 Januari 2024

Ia mengatakan tujuan diliburkan siswa sekolah saat Bau Nyale untuk memberikan kesempatan mereka mengikuti tradisi Bau Nyale sehingga tradisi budaya setempat itu dipahami dan tetap dilestarikan.

"Mereka menjadi tahu Nyale itu apa, karena ikut terlibat langsung menangkap nyale bersama keluarga," katanya.

Ia mengatakan siswa diliburkan sekolah selama satu hari pada puncak Bau Nyale tersebut, karena mereka berangkat menuju lokasi Bau Nyale itu pada sore hari setelah pulang sekolah.

Selanjutnya, kegiatan menangkap nyale dilakukan pada dini hari hingga Matahari muncul.

"Jadi mereka libur satu hari, setelah itu masuk sekolah kembali," katanya.

Ia mengatakan lokasi Bau Nyale tidak hanya di Pantai Seger, KEK Mandalika, namun juga di wilayah pantai selatan, seperti Pantai Mawun, Are Guling, Lancing, dan Selong Belanak.

"Lokasi Bau Nyale itu dilakukan di beberapa titik di wilayah Kabupaten Lombok Tengah," katanya.

Baca juga: Dispar NTB siap dukung promosi tradisi Bau Nyale di KEK Mandalika

Baca juga: Membangun pariwisata NTB berbasis budaya

Baca juga: Pemkab Lombok Tengah tetapkan puncak Bau Nyale 2025

Pewarta: Akhyar Rosidi
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2025