counter

Raisa akan duet dengan Tulus di konser "Satu Indonesia"

Raisa akan duet dengan Tulus di konser "Satu Indonesia"

Penyanyi Raisa saat merilis single baru berjudul "Pemeran Utama" di Jakarta, Rabu, (2/10). (ANTARA FOTO/Teresia May)

Judulnya masih rahasia, tapi yang jelas nanti aku akan menyanyikan tiga lagu, satu lagu berduet dengan Tulus."
Jakarta (ANTARA News) - Raisa akan berduet dengan Tulus pada konser "Satu Indonesia" yang akan digelar pada Rabu, 26 November 2014 di Jakarta Convention Center (JCC).

Namun Raisa belum mau membocorkan judul lagu yang akan mereka berdua nyanyikan pada konser yang didedikasikan pada legenda musik Guruh Soekarnoputra itu.

"Judulnya masih rahasia, tapi yang jelas nanti aku akan menyanyikan tiga lagu, satu lagu berduet dengan Tulus," kata Raisa di sela-sela latihan di studio Rossi Musik, Jakarta Selatan, Senin.

Raisa mengaku sangat bersemangat bergabung dalam konser yang melibatkan artis-artis besar seperti Tulus, Nowela, Judika, Superman is Dead, Overtunes dan RAN dan aransemen oleh Erwin Gutawa itu.

"Perasaan jelang konser lebih ke 'nerveous', 'excited', 'anxious', takut sih engga karena saya tidak memikirkan lagu-lagu yang saya bawakan harus RnB banget atau bagaimana, asal semua bisa 'sing along' aja," katanya.

Meski belum tahu akan memakai kostum apa, dalam konser nanti, Raisa berharap akan mengenakan kebaya. "Hari ini baru fitting, kostumnya akan berbau etnik, saya harap sih kebaya karena ada satu lagu yang sound-soundnya Indonesia banget," katanya.

Di bawah arahan sang konduktor Erwin Gutawa, lagu-lagu karya Guruh akan dibawakan dengan versi yang berbeda dalam konser. Selain itu tata artistik konser akan dikemas oleh Jay Subyakto.

Konser akan menampilkan 25 lagu karya Guruh Soekarno Putra termasuk "Zamrud Khatulistiwa", "Kembalikan Baliku", "Galih dan Ratna" serta "Gita Cinta dari SMA".

Tersedia 2.000 kursi dengan enam kategori area; Tribune Green, Tribune Blue, Bronze, Silver, Gold dan Platinum dengan kisaran harga tiket Rp450.000 hingga Rp1.300.000. 

Pewarta: Ida Nurcahyani
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2014

Komentar