Jakarta (ANTARA) - Pernahkah Anda merasakan nyeri tak tertahankan di bagian belakang mulut? Bisa jadi itu tanda bahwa gigi bungsu Anda sedang tumbuh. Rasa sakit akibat tumbuhnya gigi bungsu sering kali mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama saat makan.
Sesuai namanya, gigi ini biasanya tumbuh paling akhir ketika seseorang telah menginjak usia dewasa, umumnya sekitar 17-25 tahun.
Faktor penyebab rasa sakit ketika gigi ini tumbuh biasanya karena keberadaannya tersangkut di bawah gusi, terhalang untuk tumbuh, atau tidak memiliki cukup ruang untuk keluar.
Bahkan dalam beberapa kasus, gigi bungsu dapat tumbuh di usia yang lebih dewasa lagi, seperti di usia 40 tahun ke atas.
Penyebab gigi bungsu tumbuh di usia dewasa
Seperti namanya, gigi bungsu adalah gigi yang muncul paling belakangan, atau saat sudah dewasa. Seseorang akan mendapatkan empat gigi bungsu, dua di atas dan dua di bawah, sebagai bagian dari rangkaian gigi lengkap yang terdiri dari 32 gigi dewasa.
Baca juga: Orang-orang lupa jaga kesehatan gigi selama pandemi COVID-19
Berikut ini beberapa penyebab gigi bungsu tumbuh
1. Tidak cukup ruang di rahang
Salah satu penyebab gigi bungsu baru tumbuh saat dewasa adalah karena tidak ada cukup ruang di rahang saat masih kanak-kanak. Lalu, saat pertumbuhan anak membuat rahang mereka juga tumbuh, ada lebih banyak ruang untuk gigi bungsu keluar.
Namun, saat ini, banyak orang yang juga memiliki rahang yang tidak cukup untuk gigi bungsu tumbuh normal. Itulah sebabnya pencabutan gigi bungsu jadi prosedur yang umum dilakukan.
2. Tidak dibutuhkan saat kecil
Alasan lain gigi bungsu muncul sangat terlambat adalah karena gigi ini tidak dibutuhkan di masa anak-anak atau dewasa muda. Sebab, anak-anak biasanya tidak makan sebanyak atau seberat orang dewasa.
Selain itu, kebanyakan orang biasanya tidak kehilangan gigi gerahamnya saat masih anak-anak. Itulah sebabnya gigi bungsu menunggu hingga dewasa untuk muncul.
Baca juga: Cegah masalah gigi saat PPKM Darurat ternyata tak sulit
Masalah yang dapat terjadi pada gigi bungsu
Ukuran rahang manusia menjadi lebih kecil dari waktu ke waktu. Beberapa ilmuwan percaya bahwa otak manusia tumbuh lebih besar, sehingga rahang menjadi lebih kecil untuk menampung ruang. Hal ini membuat gigi bungsu sering kali tidak memiliki cukup ruang untuk tumbuh dengan benar.
Gejala tumbuhnya gigi bungsu
Gigi bungsu yang belum tumbuh melalui gusi disebut gigi impaksi. Kadang-kadang, kondisi ini menyebabkan lebih banyak masalah daripada gigi bungsu yang sudah tumbuh sepenuhnya. Salah satu masalah yang sering terjadi adalah infeksi, karena posisi gigi bungsu yang sulit dijangkau menyulitkan flossing dan memungkinkan bakteri berkembang biak.
Beberapa gejala infeksi gigi bungsu meliputi:
- Gigi nyeri atau sensitif
- Gusi lunak atau bengkak
- Gusi merah atau berdarah
- Bau mulut
- Rasa tidak enak di mulut
- Sakit rahang
- Pembengkakan rahang
- Kesulitan bernapas, membuka mulut, atau berbicara
Gigi bungsu yang tumbuh normal tanpa penyulit biasanya hanya menyebabkan keluhan selama 1-2 minggu. Namun, jika ruang gusi terbatas, kondisi ini bisa menyebabkan impaksi gigi bungsu yang lebih serius.
Baca juga: 6 masalah utama yang bikin gusi bengkak dan sakit gigi
Apakah gigi bungsu yang tumbuh di usia 40 tahun berbahaya?
Saat gigi bungsu baru mulai tumbuh di usia 40 tahun atau lebih, tulang rahang dan gusi sudah berkembang dengan kuat, serta 28 gigi lainnya telah menempati lengkung gigi. Oleh karena itu, gigi bungsu sering kali sulit tumbuh dengan lurus dan menyebabkan berbagai komplikasi, seperti:
- Menekan dan mendorong gigi di sebelahnya, menyebabkan maloklusi dan gigi berlubang
- Infeksi lokal yang menyebabkan pembengkakan, nyeri, dan abses
- Kista rahang yang dapat merusak tulang dan saraf
- Peradangan gusi yang mengganggu kemampuan bicara dan makan
- Tekanan pada saraf yang menyebabkan mati rasa pada sebagian wajah
Apakah gigi bungsu harus dicabut pada usia 40 tahun?
Gejala dan komplikasi akibat tumbuhnya gigi bungsu dapat terjadi pada usia berapa pun. Jika gigi bungsu tumbuh normal tanpa menimbulkan nyeri atau gangguan lain, maka pencabutan tidak diperlukan. Namun, pasien tetap perlu menjaga kebersihan mulut dengan baik, menggunakan benang gigi, dan berkumur dengan air garam untuk mencegah infeksi.
Sebaliknya, jika gigi bungsu mengalami impaksi atau tidak sejajar, menyebabkan nyeri, infeksi, pipi bengkak, dan kesulitan membuka rahang, maka sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter gigi. Pencabutan gigi lebih awal akan membantu mencegah komplikasi yang lebih serius.
Baca juga: Gigi tidak rapi juga bisa berdampak ke masalah kesehatan tubuh
Baca juga: Benarkah gigi goyang bisa jadi tanda diabetes?
Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.