counter

PLN petakan lokasi pembangkit 35.000 MW

PLN petakan lokasi pembangkit 35.000 MW

Ilustrasi (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Jakarta (ANTARA News) - PT PLN (Persero) telah memetakan lokasi dan jenis pembangkit listrik berkapasitas daya 35.000 MW yang akan dibangun selama lima tahun ke depan.

Juru Bicara PLN Bambang Dwiyanto di Jakarta, Selasa, mengatakan rencana tambahan pembangkit tersebut tercantum dalam dokumen Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) periode 2013-2022.

"RUPTL yang sudah disetujui Kementerian ESDM itu dapat diubah sesuai situasi," katanya.

Menurut Bambang, total daya pembangkit yang akan dibangun mencapai 35.650 MW dengan rincian dikerjakan PLN sendiri 13.721 (38 persen) dan IPP 21.929 MW (62 persen).

"Seluruh proyek direncanakan selesai dalam jangka waktu lima tahun," katanya.

Sementara, lanjutnya, terdapat 10 jenis pembangkit yang dibangun yakni pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP), pembangkit listrik tenaga gas (PLTG), pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG), dan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Lalu, pembangkit listrik tenaga air (PLTA), PLTA "pump storage" (PS), pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU), pembangkit listrik tenaga minihidro (PLTM), pembangkit listrik tenaga mesin gas dan uap (PLTMGU), dan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).

Bagian terbesar atau sekitar 60 persen dari pembangkit listrik tersebut akan dibangun di sistem Jawa-Bali.

PLN berencana membangun pembangkit di sistem Jawa-Bali sebesar 20.921 MW dalam lima tahun mendatang yang dibangun PLN 7.379 MW (35 persen) dan IPP 13.542 (65 persen).

Di Jawa bagian barat, akan dibangun pembangkit berkapasitas 12.055 MW yang terdiri atas PLN sebesar 3.815 MW dan IPP 8.240 MW.

Pembangkit PLN 3.815 MW itu terdiri atas jenis PLTA 110 MW, PLTGU 2.350, PLTU 315 MW, dan PS 1.040 MW.

Sementara IPP akan membangun 8.240 MW di wilayah Jawa bagian barat yang terdiri atas PLTGU/PLTMG 500 MW, PLTP 140 MW, dan PLTU 7.600.

Sementara, di Jawa bagian timur, direncanakan dibangun sebanyak 8.866 MW dengan rincian PLN 3.564 MW dan IPP 5.302 MW.

Pembangkit yang dibangun PLN adalah PLTGU 1.900 MW, PLTMG 4 MW, dan PLTU 1.660 MW.

Sedangkan, IPP akan membangun PLTB 50 MW, PLTGU 1.600 MW, PLTGU/PLTMG 450 MW, PLTP 110 MW, PLTM 192 MW, dan PLTU 2.900 MW.

Di Sumatera, PLN berencana membangun pembangkit berkapasitas 9.061 MW atau 25 persen dari total kapasitas daya.

Pembangkit tersebut akan dikerjakan PLN 2.366 MW dan IPP 6.695 MW.

Lalu, di Sulawesi akan dibangun 2.574 MW terdiri atas PLN 2.000 MW dan IPP 574 MW. Kalimantan 1.881 MW dengan rincian PLN 871 MW dan IPP 1.010 MW.

Selanjutnya, Nusa Tenggara 665 MW akan dibangun oleh PLN 659 MW dan IPP 6 MW. Untuk Maluku seluruhnya PLN 241 MW, dan Papua 317 MW terdiri atas PLN 205 MW dan IPP 112 MW.

Bambang menambahkan, pemetaan jenis dan kapasitas pembangkit masih merupakan indikasi awal.

"Lingkup untuk keperluan pengadaan akan masuk dalam dokumen pelelangan," katanya.

Selain pembangkit tersebut, lanjutnya, PLN juga menyiapkan penyediaan pembangkit listrik untuk pulau kecil dan perbatasan.

Pewarta: Kelik Dewanto
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2014

PLN pastikan pasokan listrik gedung parlemen aman

Komentar